Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Truk Pelan di Tol Meningkatkan Risiko Kecelakaan Tabrak Belakang

Kompas.com - 17/10/2022, 07:22 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan tol punya batas aturan kecepatan minimal dan maksimal buat semua kendaraan. Namun yang terjadi di lapangan tak sedikit truk yang berjalan lebih lambat dari batas minimum.

Sebagai contoh untuk batas kecepatan kendaraan di jalan tol diatur kecepatan minimal yaitu 60 Km per jam, kemudian kecepatan maksimal 80 Km per jam atau 100 Km per jam.

Baca juga: Sosialisasi dan Edukasi, Faktor Penting Tingkatkan Kendaraan Listrik

Truk underspeed atau yang berjalan pelan di bawah 60 Km per jam yakni pada kecepatan 40 Km per jam atau 50 Km per jam akan mengganggu perjalanan, sebab kendaraan lain berjalan rata- rata pada kecepatan 80 Km per jam atau 100 Km per jam.

Truk Mercedes Benz Axor Euro 4KOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Truk Mercedes Benz Axor Euro 4

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi dan hukum, mengatakan, truk berjalan pelan dengan perbedaan kecepatan bisa mencapai 40 Km per jam atau 50 Km per jam meningkatkan risiko kecelakaan tabrak belakang.

"Perbedaan kecepatan yang cukup mencolok menurut teori berpotensi terjadinya kecelakaan dengan modus tabrak belakang. Banyak contoh kasus tabrak belakang antara kendaraan perorangan dan pribadi menabrak truk dari belakang yang menimbulkan korban jiwa," kata Budiyanto dalam keterangan resmi, Senin (17/10/2022).

Budiyanto menyebut, perbedaan atau gap kecepatan kendaraan antara kendaraan satu dengan kendaraan yang lain idealnya tidak boleh melebihi 40 Km per jam.

Untuk itu agar menghindari kecelakaan, diharapkan truk berdimensi besar mampu menjaga batas kecepatan minimal secara konsisten.

Baca juga: Pentingnya Sabuk Pengaman dan Airbag di Mobil

 Titik perbaikan jembatan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Titik perbaikan jembatan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Budiyanto mengatakan, konsistensi menjaga kestabilan kecepatan sesuai aturan dapat menghilangkan gap yang pada akhirnya mampu mengurangi resiko kecelakaan tabak belakang.

"Bagaimana untuk menjaga agar kendaraan berdimensi besar dapat berjalan dengan kecepatan harus mampu menjaga kendaraan tetap laik jalan," kata Budiyanto.

"Saya yakin bahwa kendaraan berdimensi besar dalam kondisi laik jalan dan membawa beban sesuai aturan akan mampu menjaga kecepatan sesuai aturan dengan ajek atau konsisten. Kendaraan berdimensi besar akan mampu menjaga kestabilan kecepatan sepanjang pada kondisi laik jalan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.