Kompas.com - 19/09/2022, 06:42 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat kemacetan di DKI Jakarta semakin parah dalam beberapa waktu belakangan, khususnya setelah para pekerja kantoran sudah kembali menerapkan work from office (WFO), dan sekolah mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara 100 persen.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Usman Latif menyatakan, berupaya untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Menurutnya, kemacetan di Jakarta tidak bisa dilakukan seorang diri dan harus bekerjasama dengan stakeholder lainnya.

Upaya yang telah kami lakukan adalah bagaimana kita mengatur sedemikian rupa arus khususnya di pagi hari dan siang hari dengan cara melakukan rekayasa lalu lintas pertama, yaitu contra flow atau pengalihan arus,” ujar Latif dikutip dari NTMC, Minggu (18/9/2022).

Baca juga: Trik Akali Air yang Masuk ke Kabin Suzuki Katana saat Musim Hujan

Oleh sebab itu, pihaknya memberlakukan penutupan arus lalu lintas di sebagian wilayah, serta memberlakukan sistem ganjil-genap. Meski begitu, Latif mengaku memang cara tersebut belum mampu mengurai kemacetan sepenuhnya.

“Tetapi ini memang masih belum mampu mengurai secara sepenuhnya. Tetapi setidaknya ada sedikit upaya yang kita lakukan, ini betul-betul dirasakan masyarakat,” kata dia.

Situasi arus lalu lintas di Jalan Arief Rahman Hakim sekitar pukul 13.34 WIB, pada Rabu (18/5/2022), terpantau ramai lancar pada hari pertama rekayasa arus lalu lintas. Hal itu dilakukan akibat adanya penutupan pelintasan rel kereta saat proses pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika.M Chaerul Halim Situasi arus lalu lintas di Jalan Arief Rahman Hakim sekitar pukul 13.34 WIB, pada Rabu (18/5/2022), terpantau ramai lancar pada hari pertama rekayasa arus lalu lintas. Hal itu dilakukan akibat adanya penutupan pelintasan rel kereta saat proses pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika.

Lebih lanjut lagi, pihaknya juga tengah mengupayakan dan memberi usul kepada stakeholder terkait untuk membahas upaya mengatasi kemacetan di Jakarta. Salah satunya adalah terkait aturan jam pelaksanaan kegiatan.

“Ini sudah dibahas dan ini juga masih bergulir karena perlu pengkajian dan seluruh elemen masyarakat untuk bisa bersama-sama untuk memecahkan permasalahan ini. Kami usulkan sehingga masyarakat bisa merasakan bersama-sama, ini upaya yang mungkin sedang digodok oleh stakeholder lain,” kata dia.

Baca juga: ETLE Mobile di Surabaya Hanya Diterapkan untuk Jalan Umum

Tak lupa, Latif juga turut mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, sebagai upaya lain untuk mengurangi kemacetan di Ibu Kota.

“Kita manfaatkan transportasi, sehingga dapat mengurangi kemacetan di Jakarta ini,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.