Kompas.com - 11/09/2022, 09:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkendara saat situasi curah hujan tinggi cukup rumit karena terdapat beraga hal yang harus diperhatikan supaya tidak terjadi hal-hal merugikan di kemudian hari.

Salah satunya, memperhatkan tingginya genangan air atau banjir apakah masih aman untuk dilintasi atau tidak. Jangan sampai air mencapai ruang mesin yang pada akhirnya membuat mesin mobil mati mendadak alias water hammer.

Diketahui, water hammer adalah keadaan saat mesin mobil mati mendadak. Hal ini disebabkan air yang masuk ke dalam ruang bakar melalui saluran udara dan mendapat tekanan yang sangat besar di ruang silinder oleh piston.

Baca juga: Pantau Kondisi Aki dari Indikator Mata Kucing

Suasana genangan air saat muncul di Jalan M Toha, Pabuaran, Karawaci, Rabu (11/5/2022) pagiKOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Suasana genangan air saat muncul di Jalan M Toha, Pabuaran, Karawaci, Rabu (11/5/2022) pagi

"Genangan air pasti masuk kalau airnya tinggi sekalipun pintu ditutup karena ada lobang hawa," kata Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana kepada Kompas.com, Sabtu (10/9/2022).

"Sehingga penting untuk meredam emosi, jangan asal terabas. Meremehkan sesuatu bisa membuat mobil mogok (kena water hammer)," lanjut dia.

Hal serupa juga dikatakan Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi. Ia menyarankan sebaiknya pengendara menghindari genangan air kala hujan atau setelahnya karena akibat water hammer bisa membuat piston bengkok.

Apalagi, sering ditemukan suatu genangan air sering kali terlihat cetek tapi nyatanya cukup dalam sampai sejajar dengan mesin.

Baca juga: Faktor yang Bikin Kendaraan Besar Banyak Kecelakaan

Sejumlah pengendara berusaha menerobos genangan air di Jalan Stasiun, Medan. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALI Sejumlah pengendara berusaha menerobos genangan air di Jalan Stasiun, Medan.

"Walaupun ketinggian air masih di bawah roda, tapi potensi masuk ke mesin yang ditimbulkan kendaraan lain bisa saja masuk melalui grill dan akhirnya menggenangi mesin. Bila sudah begini, potensi water hammer sudah pasti bisa terjadi," ucap Didi.

Didi menyarankan pengemudi untuk tidak memaksakan diri melalui jalan yang banjirnya terbilang tinggi, apalagi sudah mencapai setengah roda mobil.

"Lebih baik cari jalan lain dan jangan memaksakan kendaraan untuk menerobos banjir, agar terhindar dari kerusakan mesin," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.