Apakah Benar Tambal Ban Tubeless Model Tusuk Bikin Kembangan Rusak?

Kompas.com - 28/08/2022, 11:42 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Salah satu kondisi yang menyebalkan bagi pengemudi, adalah ketika harus mengalami ban bocor di jalan. Risiko ban bocor selama perjalanan memang tidak bisa dihindari. 

Biasanya pengemudi langsung mencari tambal ban di pinggir jalan untuk menambal ban atau menelpon bengkel.

Namun, ternyata tambal ban tubeless yang di pinggir jalan dengan metode tusuk sifatnya hanya sementara. Tambal ban dengan model tusuk nantinya malah dikhawatirkan bisa menimbulkan kerusakan pada ban.

Aan Nugroho Product Development Manager Otobox Supermarket Ban Indonesia mengatakan, tambal ban metode ditusuk tidak baik, kawat ban dikhawatirkan bisa rusak

"Ban tubeless harus di tambal dengan benar karena kawat ban yang keluar karena tambalan tidak presisi malah dikhawatirkan jadi jalan udara bisa keluar lagi," ucap Aan kepada Kompas.com, Sabtu (27/8/2022). 

Baca juga: Ketahui Penyebab Permukaan Ban Mobil Tipis Sebelah

Menurutnya, tambal ban tusuk itu ada sisi ban yang belum presisi. Biasanya, tambal ban metode tusuk malah pengerjaan langsung ditambal tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Konsekuensinya tanpa disadari kawat yang masih terbuka atau sudah kena air akan mudah berkarat. 

Tambal ban tubeless model payungKompas.com Tambal ban tubeless model payung

Dengan begitu, dikhawatirkan kawat yang menjalar dalam waktu lama bisa merusak struktur ban. Kemudian, bagian alur permukaan ban bisa mengembung dan berbahaya bagi keselamatan. 

"Tambal ban tubeless yang benar itu dilakukan dari bagian dalam. Semua di bongkar, baru kemudian setelah dibersihkan kawat ban juga harus di cek. Lebih baiknya lagi diberikan pelumas biar tidak berkarat. Kemudian pada tahap akhir tambalan berbentuk seperti payung di masukkan," katanya. 

Model tambal ban tubeless seperti itu, bisa ditemukan di toko-toko ban atau aksesoris kendaraan. 

 

Tambal ban tubeless model tip topDicky Aditya Wijaya Tambal ban tubeless model tip top

Ilham Hermawan, Pemilik Toko Ban Sarang Knalpot Semarang mengatakan, tambal ban model tusuk memang ada kemungkinan benang dan karet bahan baku pembuatan ban rusak. Sehingga, struktur kekuatan ban berubah. 

"Biar hasil maksimal dan tidak menyebabkan kemungkinan terburuk, ada dua model tambal ban yakni tip top atau di tambal dari dalam, kemudian bisa dilakukan juga model press. Jadi, setelah di tambal pakai lem rubber kemudian ban akan di-press menggunakan alat khusus selama 10-15 detik," kata dia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.