Kompas.com - 13/08/2022, 09:02 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) resmi meluncurkan Stargazer pada Kamis (11/8/2022) yang lalu. Di kelasnya, Hyundai Stargazer memiliki eksterior yang lebih futuristik.

Dalam proses perancangannya, Hyundai terlebih dahulu melakukan riset terhadap masyarakat di Indonesia sehingga desainnya bisa sesuai dengan selera dan kebutuhan.

Salah satu ciri khas Stargazer adalah DRL horizontal yang melintang di antara gril dan kap mesin. Konsepnya melambangkan garis khatulistiwa sebagai letak geografis Indonesia di dunia.

Baca juga: Desain Hyundai Stargazer Disesuaikan dengan Selera Indonesia

Product Expert PT HMID Bonar Pakpahan menjelaskan, ragam keunikan desain Hyundai Stargazer yang membuatnya unik dan cenderung lebih futuristik, mulai dari bodi hingga peletakkan lampu dan DRL.

"Lampunya sendiri sudah diposisikan supaya rendah, selevel dengan mobil sedan pada umumnya, dan juga memberikan pancaran atau penyinaran yang baik buat si pengemudi. Tanpa menyilaukan kendaraan yang datang dari arah berlawanan," ucap Bonar di ICE BSD, Jumat (12/8/2022).

Sedangkan jika melihat bagian bodi sampingnya, Bonar menjelaskan Stargazer menggunakan konsep one curve body yang terlihat seperti satu tarikan garis dari depan sampai belakang, membuatnya terlihat lebih aerodinamis.

Hyundai resmi meluncurkan MPV murah andalan terbaru Stargazer di GIIAS 2022, ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (11/7/2022).KOMPAS.com/Serafina Hyundai resmi meluncurkan MPV murah andalan terbaru Stargazer di GIIAS 2022, ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (11/7/2022).

Baca juga: Ubahan Mitsubishi Xpander Cross Facelift yang Baru Meluncur

"Dengan tarikan garis atau desain seperti ini juga ternyata memberikan visibilitas yang bagus baik itu untuk orang yang duduk di kursi baris kedua maupun di kursi baris ketiga," ucap dia.

Garis-garis lekukan lain yang berada di sisi-sisi mobil juga mempertegas desain kendaraan. Secara keseluruhan, Bonar mengatakan kali ini Hyundai menciptakan desain profil aerodinamika yang halus.

"Lampu belakangnya yang membentuk kurva juga menciptakan a sense of proporsi yang lebar, memberikan kesan strength atau power," ucap Bonar.

Sedangkan untuk warna, konsumen bisa memilih antara mono tone atau dual tone. Untuk varian dengan dual tone, nantinya warna atap mobil adalah hitam, dipadukan dengan warna pilihan konsumen pada bagian bodi mobil.

Baca juga: Hyundai Klaim Stargazer Sudah Dipesan Lebih dari 2.000 Unit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.