Tahun 2022 Jadi Musim Terburuk Honda Dalam Sejarah MotoGP

Kompas.com - 01/08/2022, 19:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim pabrikan Honda terlihat hanya mengandalkan Marc Marquez. Saat pebalap andalannya cedera, tidak ada pebalap Honda lainnya yang bisa tampil kompetitif.

Dengan Marquez cedera pada 2020, pengembangan RC213V jadi tak terarah. Sehingga, banyak pebalap lainnya yang tidak sanggup untuk memaksimalkan potensinya.

Baca juga: Rumor Petronas Mau Geser Repsol Jadi Sponsor Utama Honda

Alex Marquez hanya sanggup podium dua kali dengan finis kedua berturut-turut pada musim pertamanya di MotoGP. Pol Espargaro juga mengumpulkan dua podium dengan finis di posisi kedua dan posisi ketiga.

Pol Espargaro saat berlaga pada MotoGP Portugal 2022. (Photo by PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)PATRICIA DE MELO MOREIRA Pol Espargaro saat berlaga pada MotoGP Portugal 2022. (Photo by PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)

Takaaki Nakagami yang paling jauh dari kata kompetitif. Dia bahkan belum pernah merasakan naik podium selama di kelas MotoGP. Hanya satu kali pole position pada 2020.

Dikutip dari Motosan.es, Senin (1/8/2022), sejak era MotoGP dimulai pada 2002, Honda belum pernah memiliki hasil seburuk ini.

Bahkan, sejak 1982 hingga 2019, Honda tidak pernah lepas dari tiga besar di klasemen. Honda sudah berhasil memenangkan 24 gelar juara dunia dari 38 musim.

Baca juga: Bos Repsol Honda Akui Kesalahan, Bikin Motor Hanya buat Marc Marquez

Saat masuk musim 2020, Honda menyelesaikan musim tersebut dengan berada di peringkat kelima. Musim 2021, naik satu peringkat ke urutan keempat.

Pebalap Repsol Honda Marc Marquez (kanan) saat berduel dengan sang adik, Alex Marquez (kiri), dalam balapan MotoGP Portugal 2022 di Sirkuit Internasional Algarve, Portimao, Portugal, pada Minggu (24/4/2022) malam WIB.AFP/GABRIEL BOUYS Pebalap Repsol Honda Marc Marquez (kanan) saat berduel dengan sang adik, Alex Marquez (kiri), dalam balapan MotoGP Portugal 2022 di Sirkuit Internasional Algarve, Portimao, Portugal, pada Minggu (24/4/2022) malam WIB.

Musim ini, tepatnya pada MotoGP Jerman, juga jadi catatan buruk bagi Honda. Tidak ada pebalapnya, baik dari tim pabrikan maupun tim satelit, yang berhasil finis dengan meraih poin.

Semua pebalap Honda finis di luar 15 besar. Padahal, ini tidak pernah terjadi sebelumnya sejak musim 2010. Bahkan, Marc sampai dijuluki 'King of Sachsenring' karena berhasil terus mempertahankan kemenangannya berturut-turut di sana.

Takaaki Nakagami saat berlaga pada MotoGP Qatar 2022. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)KARIM JAAFAR Takaaki Nakagami saat berlaga pada MotoGP Qatar 2022. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)

Pada pertengahan musim ini, Honda ada di peringkat keenam pada klasemen pabrikan. Jika dilihat poinnya, tertinggal hingga 161 poin dari Ducati yang memimpin klasemen.

Untuk pebalapnya sendiri, Marc ada di peringkat ke-13, Nakagami peringkat ke-16, Pol peringkat ke-17, dan Alex ada di peringkat ke-18. Semuanya terpaut lebih dari 110 poin dari Fabio Quartararo yang ada di puncak klasemen sementara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.