Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/07/2022, 18:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Eng. Budi Prawara mengungkapkan kini pihaknya sedang fokus melakukan riset kendaraan listrik dan pengembangan sistem otonom.

Pasalnya, kendaraan jenis tersebut akan menjadi moda transportasi masa depan dan Indonesia harus siap apabila terjadi pergeseran tren pada sektor otomotif. Supaya, tidak lagi tertinggal dari negara lain.

Adapun pengembangan sistem otonom untuk kendaraan listrik berbasis baterai ini, diharapkan dapat diaplikasikan untuk berbagai keperluan, karena dilengkapi dengan teknologi sistem deteksi, artificial intelligence, dan big data.

Baca juga: Tambah Investasi di Indonesia, Toyota Siapkan Mobil Hybrid Baru

Kendaraan listrik otonom dari BRIN, Micro Electric Vehicle - Teleoperated Driving System (MEVi - TDS)dok.BRIN Kendaraan listrik otonom dari BRIN, Micro Electric Vehicle - Teleoperated Driving System (MEVi - TDS)

"Pengembangan sistem otonom dan prototipe yang telah kami kembangkan adalah kendaraan single seater dan rencananya akan dikembangkan ke tipe kendaraan lebih besar," kata dia di PEVS 2022, Selasa (26/7/2022).

"Yah, dengan kecepatan yang lebih tinggi atau fast and heavy vehicle, yang berkisar antara 9-20 penumpang," tambah Budi.

Adapun untuk topik riset yang dilakukan BRIN berfokus pada Sistem Deteksi Objek (menggunakan LIDAR, RADAR dan Kamera), sistem informasi dan teknologi.

Kemudian juga soal C-V2X, Sensor kendaraan dan komputer, hingga interaksi manusia dengan kendaraan serta teknologi pengenal suara.

Selain itu, BRIN juga melakukan riset untuk penguasaan teknologi kunci komponen kendaraan listrik, untuk pembuatan mobil listrik, charging station, baterai, sistem manajemen, dan lain sebagainya.

Baca juga: Biaya Uji Tipe Kendaraan Listrik Lebih Murah dari Konvensional

Kendaraan listrik otonom dari BRIN, Micro Electric Vehicle - Teleoperated Driving System (MEVi - TDS)dok.BRIN Kendaraan listrik otonom dari BRIN, Micro Electric Vehicle - Teleoperated Driving System (MEVi - TDS)

Langkah ini, sejalan dengan Permen ESDM No. 13/2020, Permen Perindustrian No. 27/2020, Permen Perindustrian No. 28/2020, Permendagri No. 56/2020, serta Permendagri No. 1/2021 mengenai percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

"Berbagai hasil uji coba riset yang dilakukan oleh BRIN dapat disimak melalui Youtube BRIN," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.