Harga Motor Listrik Bekas Bisa Turun sampai 40 Persen

Kompas.com - 25/07/2022, 09:12 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus mendorong percepatan tren kendaraan listrik nol emisi. Namun seiring makin banyaknya merek baru bermunculan, jumlah sepeda motor listrik di jalan masih sedikit.

Mayoritas motor listrik yang terlihat dipakai di jalan raya ialah dari perusahaan jasa ojek online baik sebagai alat angkut penumpang atau barang. Kalau ada pengguna pribadi jumlahnya tidak terlalu banyak.

Baca juga: Tekanan Angin Ban Mobil Baiknya Lebih Keras Depan atau Belakang?

Untuk itu, perusahaan leasing terus mendorong kredit kendaraan listrik dengan tawaran skema menarik. Pasalnya tanpa instrumen tersebut percepatan era elektrifikasi tak dapat berjalan optimal.

Smoot Motor, motor listrik buatan PT Swap Energi Indonesia (SEI) yang diproduksi di Tangerang, Banten.Dok. Smoot Motor Smoot Motor, motor listrik buatan PT Swap Energi Indonesia (SEI) yang diproduksi di Tangerang, Banten.

Kevin Phang, Co Founder PT Smoot Motor Indonesia dan Swap Energi, mengatakan, saat ini harga motor listrik bekas belum terbentuk karena unit pembelian barunya belum terlalu signifikan.

"Harga second kendaraan listrik baru akan terbentuk ketika semua sudah menjadi pengguna. Namun, berapa persen bisa cost down dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin," kata dia beberapa waktu lalu.

Jika dilihat dari persentase motor listrik yang ada saat ini dengan jumlah motor bekasnya maka Kevin memprediksi harga motor listrik seken akan jatuh cukup dalam.

Baca juga: All New Veloz Paling Diincar Warga Bandung

Gesits, menjadi motor operasional petugas  pengumpul data perindustrian dan survei kebutuhan pokok di Aceh. Foto: Gesits Gesits, menjadi motor operasional petugas pengumpul data perindustrian dan survei kebutuhan pokok di Aceh.

"Kemungkinan bisa 40 persen, atau sekitar Rp 2 juta untuk motor listrik. Hal tersebut dilihat dari maintenance dan biaya bensin," ucap Kevin.

Untuk itu Kevin meminta masyarakat bisa cepat menyerap motor listrik, selain menaikkan bursa motor bekasnya dengan menggunakan kendaraan listrik seseorang turut membantu pemerintah.

Menurut dia, pemerintah telah mengeluarkan dana yang besar untuk subsidi energi. Dengan menggunakan kendaraan listrik, subsidi energi dapat dialihkan ke sektor yang lebih krusial, misalnya gas.

Baca juga: Kredit Mobil Listrik di PEVS 2022, Bisa Dapat Bunga 0 Persen

Komparasi skuter listrik Viar Q1, ECGO-2 dan Elvindo Rama KOMPAS.com/Donny Komparasi skuter listrik Viar Q1, ECGO-2 dan Elvindo Rama

Namun, Kevin tak menampik masih ada beberapa permasalahan dari kendaraan listrik. Salah satu yang paling krusial, motor listrik masih memiliki keterbatasan jarak dan proses pengisian daya termasuk metode swap yang belum optimal.

"Motor listrik mungkin sudah ada sekitar 10 tahun di Indonesia, tetapi karena ada keterbatasan jarak jadi belum populer. Kalau semua pakai nanti akan jadi kebiasaan baru," kata Kevin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.