Kompas.com - 22/07/2022, 16:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi penjualan kendaraan elektrik di Indonesia, sepanjang semester pertama 2022 mencapai 3.819 unit, yang terdiri atas model hybrid, Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV).

Diolah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), data terkait merupakan akumulasi dengan rincian 3.314 unit dari penjualan model hybrid, 10 unit PHEV, dan BEV menyumbang 495 unit.

Dibandingkan periode sama tahun lalu, jumlah ini meningkat 50 persen dari sebelumnya hanya 1.900 unit saja. Tapi perlu diakui kue pasar mobil ramah lingkungan di Indonesia masih jauh dibanding mobil konvensional.

Baca juga: Toyota Menguasai Pasar Mobil Indonesia Semester I/2022

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tipe ultra fast charging di Central Parkir ITDC Nusa Dua, Bali, Jumat (25/3/2022). Dok. PT PLN (Persero) Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tipe ultra fast charging di Central Parkir ITDC Nusa Dua, Bali, Jumat (25/3/2022).

Dalam hitungan volume bahkan pasar kendaraan listrik masih lebih kecil dari segmen sedan, tepatnya mencangkup 0,8 persen dari sebelumnya 0,3 persen terhadap total pasar.

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko mengatakan, pertumbuhan yang kurang masif di mobil listrik ini disebabkan beberapa faktor.

Salah satunya, peranan perbankan dan korporasi pembiayaan yang belum maksimal untuk mematahkan presepsi kendaraan listrik berharga mahal lewat penyaluran kredit yang menarik.

Kemudian, masih ada pula dilemma dalam menentukan hal apa yang perlu dikembangkan lebih dulu antara percepatan produksi mobil listrik ataupun ketersediaan fasilitasnya.

Baca juga: 10 Mobil Terlaris Juni 2022, Avanza Posisi Pertama Xpander Merosot

Hyundai Ioniq 5Kompas.com/Donny Hyundai Ioniq 5

"Kalau kendaraannya dibangun masif tapi charging station-nya belum ada, ini jadi masalah. Charging station dibangun tapi pertumbuhan mobil listrik belum tumbuh dengan baik juga jadi masalah, tak ada yang mau investasi," kata Moeldoko dalam kesempatan terpisah.

"Ibarat menentukan lebih dulu mana antara ayam atau telur. Jadi semuanya saling menunggu. Sehingga perlu ada intervensi dari pemerintah," lanjut dia.

Terlepas dari itu semua, pertumbuhan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia pada tahun ini terbilang masif. Terkhusus usai beberapa pabrikan mulai meluncurkan dan distribusikan model andalannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.