Ingat Lagi Bahaya Aquaplaning Saat Berkendara

Kompas.com - 09/07/2022, 13:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar video di media sosial yang memperlihatkan satu unit mobil pikap yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam rekaman yang diunggah oleh akun Instagram @andreli_48, terlihat mobil tersebut melaju kencang dalam kondisi hujan. Tak lama kemudian mobil tiba-tiba oleng ke kiri hingga naik ke trotoar dan menabrak tiang listrik.

Alhasil, mobil itu terpental hingga berputar dan terbalik di tengah jalan.

Baca juga: Inden Lexus LX di Indonesia Sudah Lebih dari 2 Tahun

Meski belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut, namun ada baiknya pengemudi selalu berhati-hati dan tidak memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi, terutama dalam kondisi hujan.

Pasalnya, saat melalui permukaan jalan yang basah atau ada genangan air, kendaraan roda empat berpotensi mengalami aquaplaning.

Aquaplaning sendiri merupakan kondisi slip di mana roda melayang saat melalui genangan air dalam kecepatan tinggi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Andre Li (@andreli_48)

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan, ketinggian roda melayang saat mengalami aquaplaning bervariasi tergantung dari seberapa cepat kendaraan tersebut melaju.

“Bisa saja satu sentimeter, atau kurang. Tergantung dengan kecepatan kendaraan,” ucap Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Jusri melanjutkan, cara untuk menghindari aquaplaning saat berkendara melalui permukaan jalan yang basah sebetulnya sangat sederhana. Yaitu, dengan menurunkan kecepatan kendaraan ketika banyak genangan air.

“Begitu ada hujan, atau permukaan basah, kecepatan kita harus turun. Sederhana bukan? Itu antisipasinya,” kata dia.

Alur ban rapat dengan tire noise yang lebih kecilDOK. ZULPATA ZAINAL Alur ban rapat dengan tire noise yang lebih kecil

Menurut Jusri, semakin cepat kendaraan dipacu, kemungkinan mobil mengalami aquaplaning lebih besar. Sehingga, mengurangi kecepatan saat berkendara melalui genangan air merupakan salah satu tindakan preventif yang harus dilakukan untuk mencegah hal tersebut.

Tak hanya itu, kualitas dan jenis ban yang dipakai juga berperan penting dalam mencegah terjadinya aquaplaning.

Baca juga: Sebab Munculnya Bercak Karat pada Piringan Cakram Mobil

“Permukaan ban yang sudah mulai gundul dapat memperbesar dampak aquaplaning, sebab grip atau alurnya sudah tipis. Ini akan membuat dampak aquaplaning semakin besar,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.