Pasokan Mobil Baru Tersendat, Kendaraan Bekas Makin Diminati

Kompas.com - 29/06/2022, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Saat ini, industri otomotif tengah mengalami kelangkaan material buat kendaraan berdampak pada meningkatnya ongkos produksi. Kondisi ini sontak membuat proses produksi mobil baru tersendat, berujung kenaikan harga jual, sampai antrean inden yang makin panjang.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, pada saat yang sama penjualan mobil dan motor bekas diprediksi bakal meningkat.

“Iya probabilitas untuk migrasi ke mobil bekas cukup tinggi karena menjadi alternatif yang terjangkau,” ujar Bhima, kepada Kompas.com (27/6/2022).

Baca juga: Beli Pertalite Tidak Wajib Aplikasi MyPertamina, Simak Syaratnya

Ilustrasi suku cadang dan komponen mobilKOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Ilustrasi suku cadang dan komponen mobil

Sementara itu, Bhima menjelaskan, bahwa kelangkaan material berakibat produksi tidak maksimal. Bahkan, motor dan mobil baru akhirnya butuh inden dalam waktu yang lebih lama.

“Jika pilihannya efisiensi dengan memangkas fitur maka dikhawatirkan kepuasan konsumen akan menurun. Jadi opsi terbaik dari yang ada saat ini adalah penyesuaian harga jual secara bertahap,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Direktur Mobil88 Naga Sujady mengatakan, terjadinya kelangkaan material, membuat konsumen harus inden lebihh lama ketika memesan kendaraan baru, karna pasokan tersendat.

Baca juga: Pemilik Motor Kena Tilang karena Mekanik Bengkel AHASS Tak Pakai Helm

Kondisi ini membuat banyak orang yang beralih untuk membeli kendaraan bekas. Pada periode Januari hingga April 2022, mobil88 berhasil menjual sekitar 5.000 kendaraan.

Jumlah tersebut meningkat hingga 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk tahun ini, Naga mengatakan, mobil88 menargetkan untuk meningkatkan penjualan hingga 20 persen.

Hal ini tidak mustahil, mengingat beberapa pabrikan juga memprediksi krisis cip semikonduktor masih akan terjadi hingga akhir tahun.

"Melihat beberapa kondisi yang tadi disebutkan, sepertinya akan mendorong ke arah sana. Semoga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, sehingga penjualan mobil bekas bisa sesuai target," kata Naga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.