Apa yang Terjadi kalau Mobil Dipaksa Minum Bensin Eceran?

Kompas.com - 29/06/2022, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bahan bakar mesin (BBM) yang dijual eceran banyak ditemui, khususnya di area atau kawasan yang minim SPBU. Bensin eceran biasa dijual dengan menggunakan pompa manual ataupun dalam dikemas dalam botol bekas ukuran satu liter.

Bensin eceran jika dilihat sekilas memang mirip dengan BBM yang ada di SPBU. Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi menjelaskan, jika kualitas bensin eceran bagus, tidak menjadi masalah untuk mesin mobil.

"Sedangkan kalau kualitasnya jelek atau ada penambahan material lain, maka dapat memengaruhi kinerja pompa bensin, injektor, dan ruang bakar yang cepat kotor," ucap Bambang kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Catat, Ini 11 Wilayah yang Harus Daftar Sebelum Beli Pertalite dan Solar

Bambang menekankan, yang perlu diperhatikan adalah bensin eceran yang telah dicampur dengan material lain. Kondisi ini bisa berdampak buruk bagi mesin mobil.

"Kalau di bensin tersebut terdapat sulfur, maka dapat menyumbat saluran pompa dan injektor bahan bakar, sehingga mobil tersendat-sendat saat jalan ataupun mati," ucap Bambang.

Sementara itu, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna menjelaskan bahwa mobil bisa menggunakan bensin eceran, selama oktannya sesuai dengan spesifikasi mesin mobil.

"Mobil dengan bahan bakar bensin sekarang biasanya memakai tekanan kompresi yang tinggi. Jadi butuh bensin dengan angka oktan yang tinggi agar tenaga maksimal serta irit bahan bakar," ucap Suparna.

Baca juga: Mulai 1 Juli, Beli Pertalite dan Solar Wajib Daftar Dulu

Namun, ia mengingatkan, belum tentu kualitas bensin eceran yang dijual di luar SPBU tetap terjaga sejak awal dibeli oleh penjualnya. Penurunan kualitas bisa terjadi jika bensin tidak disimpan dalam kemasan yang benar, sehingga terkontaminasi material lain seperti minyak tertentu dan air, sehingga angka oktan bisa turun.

Jika mesin mobil minum bensin yang terkontaminasi, mesin mobil bisa menjadi rusak atau tidak bekerja secara optimal.

"Dampaknya selain tenaga turun, juga menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros," ucap Suparna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.