IKM Otomotif Harus Bersiap Diri Masuk Ekosistem Kendaraan Listrik

Kompas.com - 28/06/2022, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) sektor otomotif diminta untuk bisa mempersiapkan diri masuk tren kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang saat ini tengah berkembang di dunia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah mendorong pertumbuhan dan akselerasi EV di Indonesia secara end to end, termasuk dari pembentukan ekosistemnya

"Karena Indonesia punya nilai strategis, yang tidak dimiliki negara lain yaitu nikel yang sangat banyak sebagai bahan bahan baku baterai EV. Saya harap teman IKM ikut mempersiapkan diri masuk dunia electric vehicle di Indonesia," ujar Agus, dilansir dari Antara (27/6/2022).

Baca juga: Update Wajib Punya BPJS Kesehatan untuk Urus Perpanjangan STNK

Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Agus juga meminta pelaku IKM komponen otomotif untuk bertransformasi dengan melakukan digitalisasi dalam proses produksi mereka.

“Ini supaya proses produksi bapak ibu pelaku IKM bisa lebih efisien," ucap Agus.

Agus menegaskan kualitas produk-produk yang dihasilkan IKM sektor otomotif tidak perlu diragukan.

Saat ini sudah ada 122 IKM sektor otomotif yang produk-produknya sudah memenuhi standar internasional yaitu ISO 900, ISO 14001, ISO 180001, juga telah memenuhi standar otomotif dari berbagai pabrikan mobil.

Baca juga: Video Viral Adu Argumen Polisi Soal Razia, Apa yang Mesti Dilakukan?

Menperin mencatat, pertumbuhan sektor manufaktur yang melaju lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sepanjang dua triwulan terakhir terus membaik.

"Pertumbuhan industri manufaktur pada kuartal pertama tahun ini sebesar 5,47 persen yoy, lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,01 persen," ucap Agus.

Laju industri manufaktur juga sejalan dengan ekspor komponen mobil (autoparts) yang setiap tahunnya terus meningkat dari sebanyak 61 juta komponen pada 2020, lalu melonjak menjadi 85 juta komponen pada 2021.

"Ini juga berkaitan erat dengan upaya Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai hub ekspor kendaraan bermotor yang berbasis Internal Combustion Engine (ICE/kendaraan berbahan bakar fosil) atau EV," kata Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.