Kompas.com - 23/06/2022, 20:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Zaman sekarang ini melihat wanita mengendarai mobil sendiri bukan hal yang aneh. Namun, pengemudi wanita terbilang rentan terhadap tindak kejahatan atau kriminal di jalan raya.

Ketika berkendara sendiri, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bisa meminimalisir kemungkinan mengalami tindak kejahatan.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan bahwa dalam kelompok kriminal, wanita menjadi satu target dari sisi gender.

Baca juga: Masih Banyak Pengemudi Mobil Tidak Mau Selamat di Jalan

"Macam-macam target (kejahatan). Anak kecil, orang sendiri, orang tua, mobil mewah, barang mewah, keluar dari bank. Kalau dari gender, wanita," ucap Jusri saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Menurut Jusri, bisa dilakukan tindakan-tindakan preventif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara sendiri. Misalnya, memasang dashcam pada mobil sehingga segala kejadian di jalan bisa terekam dan jadi bahan bukti.

"Dalam berkendara di jalan raya di ruang publik dengan segala dinamika dan kekurangannya, maka dashcam itu sangat perlu, direkomendasikan. Memang, ketentuan regulasinya tidak ada. Tetapi, itu tidak dilarang sama sekali. Bahkan tidak mengganggu konsentrasi orang," ucap Jusri.

Salah satu produk yang bisa digunakan untuk merekam kejadian di jalan, yakni Dashcam BlackvueDashcam Blackvue Salah satu produk yang bisa digunakan untuk merekam kejadian di jalan, yakni Dashcam Blackvue

Baca juga: Bahaya, Jangan Mengencangkan Mur Roda Mobil dengan Cara Ini

Jusri menekankan, wanita menjadi salah satu weakness point pelaku kriminal. Sehingga, perlu disiapkan strategi sebagai usaha preventif menghindari tindak kriminal saat berkendara sendiri.

Menurut dia, dalam strategi pencegahan tindakan-tindakan dari hal yang tidak diinginkan dalam konteks kriminal atau kecelakaan, dashcam itu direkomendasikan.

Selain dashcam, pengemudi wanita juga perlu memperhatikan kondisi mobil sehingga bisa terhindar dari kemungkinan terpaksa berhenti di pinggir jalan.

Baca juga: Jangan Panik, Ini Asal Tetesan Cairan di Kolong Mobil

Tindakan sederhana seperti servis berkala, pemeriksaan keadaan mesin, kabel dan kondisi rem sebelum berkendara bisa mengantisipasi potensi kecelakaan.

Kemudian dengan memperhatikan kondisi mobil, kemungkinan mobil mogok atau terpaksa berhenti saat berkendara bisa lebih diminimalisir. Menurut Jusri, yang terutama adalah mencegah supaya kerusakan mobil tidak terjadi, baru cara mengatasinya.

Terakhir, jangan lupa untuk menyimpan nomor-nomor telepon penting seperti nomor telepon bengkel resmi, jika terjadi kerusakan pada mobil yang susah untuk ditangani sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.