Penjelasan Pertamina Soal Pengendara Ribut dengan Petugas SPBU di Bintaro

Kompas.com - 17/06/2022, 14:32 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) Tbk angkat suara mengenai video viral tentang pengendara yang cekcok dengan petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2022).

Dihubungi Kompas.com, Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengatakan bahwa kejadian yang berlangsung pukul 22.09 WIB itu hanyalah kesalahpahaman saja.

Pasalnya, petugas bukan salah mengisi bahan bakar minyak (BBM) atas konsumen terkait melainkan kwitansi yang keluar. Sehingga muncullah dugaan salah mengisi jenis bahan bakar.

Baca juga: Belum Ada Aturan Hukum Soal Sandal Jepit, Imbauan Demi Keselamatan

Ilustrasi SPBU PertaminaDOK. PERTAMINA Ilustrasi SPBU Pertamina

"Bukan salah mengisi BBM, karena BBM yang diminta adalah Pertamax dan yang diisi juga Pertamax. Tapi ada salah paham di struk muncul Pertamax Turbo," kata dia, Jumat (17/6/2022).

"Telah dibuktikan pada saat itu juga bahwa jenis BBM ialah Pertamax, sehingga konsumen dapat menerima bahwa BBM yang diisi telah sesuai," lanjut Eko.

Adapun kesalahpahaman ini, telah selesai saat itu juga dan berakhir secara damai.

Sebelumnya, sebagaimana dilansir laman Instagram @kabarbintaro, dikabarkan bahwa terjadi keributan antara pengguna mobil dengan salah satu petugas SPBU karena diduga salah mengisi jenis BBM.

Baca juga: Viral Pengendara Ribut dengan Petugas SPBU di Bintaro, Diduga Salah Isi BBM

Ilustrasi SPBU Pertamina saat permintaan meningkat.

Dok Pertamina Ilustrasi SPBU Pertamina saat permintaan meningkat.

Kendati tidak disebutkan jenis BBM-nya, pengendara terkait meminta ganti rugi dengan menguras dan membetulkan mesin mobil terkait.

"Itu kesalahan pengisian bahan bakar, dan petugas mau menguras tangki mobilnya tapi konsumen menginginkan dibenerin mesinnya selain dikuras juga," tulis keterangan video itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.