Jika Arogan, Mobil Pelat Nomor Dewa Akan Dicopot Legalitasnya

Kompas.com - 15/06/2022, 08:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Mobil dengan pelat nomor khusus atau yang kerap disebut dengan pelat dewa di jalan raya menjadi hal yang umum terjadi.

Pelat nomor dewa ialah kendaraan dengan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang biasa digunakan oleh para pejabat negara.

Baca juga: Replika Morgan Three Wheeler Pakai Mesin Genset

Mobil pelat nomor khusus punya nopol berakhiran huruf RF dengan sejumlah fasilitas istimewa. Fasilitas tersebut diberikan oleh negara kepada instansi atau pejabat tertentu.

Namun, pengguna pelat RF kerap diidentikkan dengan perilaku arogan di jalan. Menanggapi hal itu, pihak kepolisian akan melakukan pengawasan ketat dan siap mencopot pelat RF yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Ini untuk menjawab keluhan masyarakat yang selama ini komplain terhadap arogansi para pengguna pelat STNK khusus yang sering menggunakan rotator, padahal dia tidak berhak menggunakan rotator. Yang berhak hanya kendaraan dinas sebagaimana diatur dalam UU Lalin,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo, dikutip dari korlantas.polri.go.id, Rabu (15/6/2022).

Polres Bogor Berhasil Menindak Pelajar yang Ugal-ugalan di jalan Puncak Pakai Mobil Berpelat Nomor DewaFoto: Istimewa Polres Bogor Berhasil Menindak Pelajar yang Ugal-ugalan di jalan Puncak Pakai Mobil Berpelat Nomor Dewa

Sambodo menegaskan, pihaknya tak segan-segan menindak hingga mencabut STNK kendaraan tersebut.

“Kalau anggota kami menemukan di jalan dan tertangkap tangan, mohon maaf kita akan cabut pelat nomornya, kita akan cabut STNK-nya, kita akan tindak,” ucap Sambodo.

Melengkapi hal tersebut, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan bahwa di jalan semua pengendara punya hak yang sama, kecuali sejumlah kendaraan yang diprioritaskan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.

Baca juga: Polda Jatim Turunkan 52 ETLE Mobile Selama Operasi Patuh Semeru 2022

Atribut dan badge dijadikan identitas bagi mereka untuk memperoleh prioritas dan melakukan intimidasi,” ujar Sony.

Adapun di jalan, tindakan arogan tentu tidak dibenarkan. Semua pengendara harus tetap menaati rambu-rambu lalu lintas yang ada.

Sementara untuk pelat RF juga tidak bisa digunakan sembarang orang sesuai Peraturan kapolri Nomor 3 Tahun 2012 tentang Penerbitan Rekomendasi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) Khusus dan Rahasia bagi Kendaraan Bermotor Dinas.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.