BMW Tak Mau Bergantung pada Kendaraan Listrik

Kompas.com - 18/04/2022, 18:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Chief Executive Officer BMW Oliver Zipse mengungkap sedikitnya ada hal penting yang berpotensi menjadi risiko apabila suatu produsen otomotif hanya mengandalkan kendaraan listrik saja.

Salah satunya, pasar yang sangat terbatas dan hanya ada pada negara-negara tertentu saja. Sementara banyak negara lain yang memerlukan dan menjual mobil bermesin bakar konvensional.

"Ketika Anda melihat teknologi yang keluar, tren electric vehicle (EV), kami harus berhati-hati. Sebab pada saat yang sama, itu berarti meningkatkan ketergantungan pada sangat sedikit negara," kata Zipse dilansir Reuters, Senin (18/4/2022).

Baca juga: Bahaya Modifikasi Tangki Mobil Untuk Menimbun BBM

Mobil listrik BMW i3sSTANLY RAVEL-KOMPAS.com Mobil listrik BMW i3s

Selain itu, pasokan bahan baku baterai sebagai komponen utama dalam kendaraan terkait sebagian besar masih dikendalikan oleh China.

Sehingga apabila terjadi suatu hal pada industri tersebut, maka sangatlah besar untuk terjadi goncangan terhadap manufaktur dan industri otomotif dunia.

"Jika seseorang tidak dapat membeli EV karena alasan tertentu tapi tetap membutuhkan mobil, apakah Anda lebih suka meminta dia untuk terus menggunakan mobil lamanya?," ucap dia.

"Jika Anda tidak menjual mesin pembakaran internal lagi, maka orang lain akan melakukannya," lanjut Zipse.

Baca juga: Syarat Bus Pariwisata untuk Angkutan Mudik Lebaran

Eksterior mobil hybrid BMW i8 Protonic Red Edition dipamerkan saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Eksterior mobil hybrid BMW i8 Protonic Red Edition dipamerkan saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya.

Meski demikian, Zipse tidak menampik bahwa pabrikan harus berinovasi dengan menciptakan mesin bahan bakar konvensional yang efisien dan lebih ramah lingkungan.

Perusahaan juga perlu menata manajemen bahan baku agar produksi mereka menjadi lebih efisien untuk menekan harga. Salah satu opsi yang bisa dilakukan adalah dengan menggencarkan program daur ulang.

"Berapa banyak energi yang dibutuhkan dan digunakan, serta sirkularitas itu penting demi alasan lingkungan dan ekonomi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.