Harga Pertamax Naik, Bolehkah Motor Pakai Octane Booster?

Kompas.com - 09/04/2022, 12:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Melambungnya harga BBM jenis Pertamax (RON 92) hingga mencapai Rp 12.500 per liter membuat sejumlah pemilik motor-motor baru khawatir. Pasalnya biaya bensin yang dikeluarkan bakal jauh lebih mahal, dari sebelumnya hanya Rp 9.000 per liter.

Misal buat Honda Vario 160, dari sebelumnya hanya butuh Rp 49.500 untuk mengisi tangki 5,5 liternya, kini harus mencapai Rp 68.750.

Sementara untuk menghemat biaya BBM, ada sejumlah pengendara yang mencampurkan Pertalite (RON 90) atau Premium (RON 88) dengan octane booster untuk meningkatkan performa mesin.

Baca juga: Jumlah Pemudik Naik Jadi 85,5 Juta, Kendaraan Pribadi Mendominasi

Ilustrasi octane booster untuk meningkatkan performa mesin.Dok. NOS Ilustrasi octane booster untuk meningkatkan performa mesin.

Namun, amankah hal tersebut dilakukan untuk mesin motor?

Reza Rezdie dari Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan, dari pabrikan tidak direkomendasikan penambahan produk semacam octane booster.

Menurutnya, kandungan tiap octane booster berbeda-beda. Selain itu, tidak diketahui secara pasti bagaimana efek terhadap mesinnya.

Baca juga: Buntut Kasus Penipuan Diler Resmi Honda MT Haryono

"Kami dari APM tentunya tidak merekomendasikan penggunaan octane booster. Kenapa, karena kita tidak mengetahui kandungan aditif yang terdapat dalam octane booster tersebut," ujar Reza, dalam konferensi virtual (7/4/2022).

Seperti diketahui, menggunakan octane booster berefek pada performa kendaraan yang lebih baik. Meski begitu, tidak diketahui secara pasti efek samping lainnya yang bisa timbul.

"Mungkin selain performanya lebih meningkat, ada efek samping lainnya yang bisa dirasakan mesin, mungkin bisa menambah kerak dan sebagainya,” ucap Reza.

Baca juga: Bocoran Hyundai Palisade Facelift, Desain Lebih Kotak

Ilustrasi Honda Vario 160 di IIMS 2022KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi Honda Vario 160 di IIMS 2022

“Itu kita tentunya belum bisa menjawab nih terkait penggunaan octane booster. Karena kita tidak memiliki data dan juga hasil uji terkait octane booster tersebut," kata dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.