Kompas.com - 15/02/2022, 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terhentinya pemberian insentif secara sementara pada instrumen Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk otomotif pada Januari 2022 berdampak cukup signifikan.

Penjualan mobil, sebagaimana dilansir data olahan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), anjlok cukup dalam hingga 22,6 persen dibandingkan Desember 2021.

Rinciannya, pada penjualan dari pabrik ke diler alias wholesales turun 13 persen dari 96.673 unit menjadi 84.062 unit. Sementara penjualan ritel anjlok 22,6 persen alias 78.568 unit dari sebelumnya 101.468 unit.

Baca juga: Penjualan Mobil Indonesia Terbesar di ASEAN Sepanjang 2021

Ilustrasi penjualan mobilKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi penjualan mobil

Namun, apabila dibandingkan hasil penjualan Januari 2021, terlihat bahwa daya beli masyarakat pada awal tahun ini mulai membaik dengan rata-rata kenaikan 50 persen.

Untuk wholesales antara Januari 2021 dibandingkan bulan yang sama 2022, kenaikan mencapai 58,9 persen atau dari 52.909 unit. Kemudian pada sisi penjualan ritel, positif 45,5 persen atau dari 53.997 unit.

"Pemesanan sampai pada pertengahan Januari 2022 dibanding periode Desember 2021 drop 50 persen untuk mobil yang sebelumnya menikmati relaksasi PPnBM," kata Business Innovation Marketing and Sales PT HPM Yusak Billy.

"Sebab ketika tidak ada relaksasi, tarif PPnBM kembali normal. Tetapi kini ada penyesuaian PPnBM yang sesuai dengan emisi sehingga naik dari 10 persen sampai 15 persen menjadi 15 persen sampai 20 persen," ucap dia.

Baca juga: PPnBM Bisa Genjot Kredit Motor dan Mobil Baru hingga 25 Persen

Penjualan mobil di Indonesia masih akan tumbuh sampai 2 juta unit.Agung Kurniawan Penjualan mobil di Indonesia masih akan tumbuh sampai 2 juta unit.

Adapun penjualan mobil di pasar domestik paling banyak dibukukan oleh merek Toyota dengan torehan 22.886 unit, usai mengalami peningkatan penjualan 42,7 persen dari Januari 2021.

Namun secara pertumbuhan penjualan, masih kalah dengan Wuling dan Daihatsu yang masing-masing mencapai 209,5 persen dan 103,7 persen. Hanya saja memang volumenya belum terlalu besar.

Daihatsu yang menduduki peringkat penjualan terbanyak nomor dua, di periode sama mencatatkan penjualan 18.319 unit. Kemudian diikuti oleh Mitsubishi Motors (12.135 unit) dan Honda (10.884 unit).

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.