Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Bangku Bus di Sisi Kanan Kerap Lebih Banyak?

Kompas.com - 10/02/2022, 15:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comBus merupakan angkutan yang dibuat untuk mengangkut banyak orang dalam sekali jalan. Oleh karena itu, di kabinnya disusun dengan belasan hingga puluhan bangku dengan jarak yang cukup sehingga penumpang nyaman.

Jika diperhatikan saat masuk ke kabin bus, kerap ditemui susunan bangkunya lebih banyak di sisi kanan dibanding kiri.

Biasanya untuk kelas ekonomi, disusun tiga bangku di kanan dan dua di kiri (3-2), selain itu juga ada kelas Super Eksekutif yang bangkunya disusun 2-1.

Lalu mengapa susunan bangkunya lebih banyak di sisi kanan?

Baca juga: Bus Baru PO ALS, Pakai Tampilan Jadul

Kabin bus PO Bin IlyasDOK. LAKSANABUS Kabin bus PO Bin Ilyas

Deddy Hermawan, Development Design Karoseri New Armada mengatakan, alasan jumlah bangku yang lebih banyak di sisi kanan sebenarnya cukup sederhana. Hal ini dikarenakan posisi setir pengemudi yang juga ada di kanan dan pintu penumpang di kiri.

“Karena pintunya di sebelah kiri, gang way atau lorong untuk penumpang jadi lebih cepat untuk diakses,” ucap Deddy kepada Kompas.com, belum lama ini.

Jika susunan bangku lebih banyak di kiri, penumpang jadi berjalan lebih banyak saat mau ke lorong kabin. Selain itu, susunan ini juga berpengaruh pada total bangku yang dimuat.

Baca juga: Sensasi Kenyamanan Baru Daihatsu Xenia yang Naik Kelas

"Jika sebelah kiri dipakai kursi yang lebih banyak, maka pada kursi sisi kanan posisi pintu belakang, jumlah kursinya jadi lebih sedikit. Kalau dijumlahkan, total kapasitas penumpangnya jadi berkurang satu,” kata Deddy.

Alasan lainnya adalah soal distribusi beban bus secara total. Memang bus jadi sedikit berat di kanan, namun hal tersebut tetap aman dilakukan karena badan jalan yang condong miring ke kiri, jadi ada keseimbangan di situ.

“Profil atau penampang jalan raya kan cembung di tengah, untuk membuang air ke kiri dan ke kanan. Jadi walau bus berat ke kanan, akan terjadi keseimbangan jika dipakai berjalan,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.