Dampak Penjualan Mobil Imbas Diskon PPnBM yang Masih Difinalisasi

Kompas.com - 01/02/2022, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski sudah diumumkan bakal memperpanjang diskon PPnBM untuk mobil di bawah Rp 250 juta, tapi sampai saat ini pemerintah masih melakukan finalisasi aturannya.

Padahal sebelumnya dijelaskan, pemberian diskon 50 persen untuk mobil di bawah Rp 250 juta dengan ketentuan pajak atau tarif PPnBM emisi 15 persen, hanya diberikan sepanjang kuartal satu 2022.

Artinya, meski masyarakat menikmati diskon dengan hanya membayar PPnBM sebesar 7,5 persen, namun sisa waktu yang diberikan semakin menipis karena regulasi yang belum keluar.

Baca juga: Alasan Kenapa Mobil Baru dari Diler Tidak Diisi BBM Penuh

Lantas, apakah nanti bakal mempengaruhi performa penyerapan pasar, terutama pada awal semester tahun ini. Belum lagi ditambah kasus pandemi serta pendeknya waktu mendekati Lebaran yang biasa jadi momen panen penjualan mobil.

IIMS 2022 akan digelar di JIExpo Kemayoran dengan dukungan banyak sponsor besarDok. IIMS IIMS 2022 akan digelar di JIExpo Kemayoran dengan dukungan banyak sponsor besar

Menjawab pertanyaan tersebut, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, hal tersebut sudah diperkirakan, namun terkait pemberian relaksasi PPnBM hanya tinggal menunggu waktu saja.

"Terkait itu (regulasi PPnBM 50 persen) tinggal menunggu saja, karena sedang finalisasi. Kalau masalah waktunya menjadi mepet, saya rasa sebelumnya juga ada keterlambatan," ujar Kukuh saat dihubungi Kompas.com, Senin (31/1/2022).

Lebih lanjut, Kukuh tak menampik bakal ada fenomena konsumen menahan pembelian untuk menanti diskon PPnBM. Tapi, hal tersebut tinggal masalah pilihan dari penjual dan pembeli saja, karena kebijakan pemberian relaksasi sendiri statusnya sudah jelas.

Sementara soal apakah bisa mempengaruhi proyeksi penjualan mobil secara nasional yang sebelumnya sudah dicanangkan, menurut Kukuh, kondisinya tak bisa dilihat dari satu sisi.

Baca juga: Sabar, Aturan Diskon PPnBM Masih Difinalisasi

Meskipun memang jangka waktunya pendek mendekati momen Lebaran, ke depannya belum diketahui akan ada kebijakan apalagi yang diberikan pemerintah untuk mendongkrak perekonomi.

Honda di IIMS Hybrid 2021KOMPAS.COM/STANLY RAVEL Honda di IIMS Hybrid 2021

"Memang akan ada shock, tapi pemerintah sudah memberikan rambu-rambu soal penanganan Covid-19. Harus diingat ada sisi positif juga, setelah Lebaran dengan kondisi kasus yang bisa ditekan, artinya jadi peluang, apalagi Mei sampai Desember cukup panjang, paling tidak semester kedua jadi kans," ujar Kukuh.

Seperti diketahui, Gaikindo sebelumnya memproyeksikan penjualan sepanjang 2022 akan menyentuh 900.000 unit karena laju perekonomian yang mulai bergerak.

Bahkan bila relaksasi tak dilanjut, dan harga mobil kembali mengalami penyesuaian alias naik, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, tetap optimis target tetap terealisasi.

"Sementara tetap 900.000 unit," ucap Jongkie beberapa waktu lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.