Ragam Tipe Human Error yang Bisa Jadi Penyebab Kecelakaan

Kompas.com - 23/01/2022, 13:16 WIB
Kecelakaan melibatkan dua truk di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Balai Kartini, Minggu (23/1/2022). Akibat kecelakaan itu, satu sopir truk tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Dok. TMC Polda Metro JayaKecelakaan melibatkan dua truk di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Balai Kartini, Minggu (23/1/2022). Akibat kecelakaan itu, satu sopir truk tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan raya bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu yang paling dominan adalah human error.

Seperti kecelakaan yang baru saja terjadi melibatkan truk di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan (Jaksel), tepatnya di depan Balai Kartini, Minggu (23/1/2022). Kecelakaan tersebut terjadi akibat kurangnya konsentrasi dari pengemudi sehingga terjadi kecelakaan.

Perlu diketahui, human error ada tiga bentuknya, pertama yaitu skill based error, lost of situation awareness, dan lost of control.

Salah satu contoh dari skill based error, yaitu rem blong yang disebabkan kesalahan prosedur pengemudi.

Baca juga: Pengemudi Hilang Konsentrasi Jadi Penyebab Kecelakaan Truk di Jalan Gatot Subroto

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi Ahmad Wildan mengatakan, kebiasaan pengemudi truk mengistirahatkan kaki kiri pada kopling mobil manual, jadi salah satu contoh konkret kesalahan prosedur mengemudi.

“Fungsi kendaraan bisa berkurang atau hilang, sehingga ketika dibutuhkan perilaku responsif tinggi dalam kondisi darurat, malah tidak bereaksi,” ucap Wildan belum lama ini kepada Kompas.com.

Ilustrasi berkendara.Thinkstock Ilustrasi berkendara.

Error kedua menurut Wildan adalah lost of situation awareness atau penurunan kewaspadaan. Penurunan kewaspadaan ini pada dasarnya disebabkan oleh penurunan stamina atau kondisi tubuh, kondisi jalan yang membuat ilusi, dan peningkatan kecepatan dari kendaraan.

“Contoh dari kasus tabrak belakang. Hal ini bisa terjadi karena kegagalan pengemudi dalam memprediksi antara kecepatan dirinya dengan kecepatan di depan,” kata dia.

Baca juga: Truk Kecelakaan Lagi, Satu Korban Meninggal Dunia

Error berikutnya adalah lost of control atau kehilangan kendali. Kehilangan kendali ini merupakan hasil dari pengemudi yang kelelahan sehingga mengalami micro sleep ketika mengemudi.

“Pada kecepatan 100 kpj, kita tidur sedetik saja maka kendaraan kita bisa bergerak sejauh 28 meter di luar kendali kita,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.