Motor Koleksi Lama Disimpan, Waspada Komponen Ini Bisa Rusak

Kompas.com - 12/01/2022, 16:12 WIB
Motor lawas koleksi Museum Merpati Motor KOMPAS.COM/STANLY RAVELMotor lawas koleksi Museum Merpati Motor

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak yang sayang dengan motor koleksinya, sehingga hanya dipajang dan jarang sekali dikendarai. Meski tidak digunakan, motor koleksi tetap perlu perawatan.

Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah ban. Saat menyimpan motor dalam jangka waktu cukup lama, tekanan udara pada ban dapat berkurang.

Baca juga: Motor Lawas Terjual Ratusan Juta Rupiah, Trik Pedagang Dongkrak Harga?

Kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan pada ban, termasuk pentil ban. Khususnya, motor yang masih mengandalkan ban dalam.

Motor lawas koleksi Museum Merpati MotorKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Motor lawas koleksi Museum Merpati Motor

Motor koleksi yang lawas dan masih menggunakan pelek jari-jari biasanya masih menggunakan ban dalam. Jika sewaktu-waktu motor akan dikendarai, tapi dalam keadaan ban kempis, maka berisiko membuat pentil ban robek.

Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk, produsen IRC Tire, mengatakan, hal itu bisa terjadi karena pentil pada ban dalam dibuat menyatu, beda dengan pentil ban tubeless yang mengikat di pelek.

"Khusus yang masih pakai pentil tube tidak boleh tekanan angin kurang dipakai terus menerus karena bisa mengakibatkan valve di pentil copot atau malah robek dari ban dalamnya," kata Dodi, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: 6 Jurus Merawat Motor Lawas, Gampang-gampang Susah

Dodi menjelaskan robeknya pentil ban dikarenakan posisinya yang tidak tegak. Sehingga, saat digunakan, bagian bawah pentil ban yang menyambung ke ban dalam tidak sanggup menahan beban, dan terjadilah robek.

Ban motor kempisFoto: motorcyclenews.com Ban motor kempis

"Pada saat tekanan udara kurang artinya ban jadi menanggung beban lebih berat. Dalam kondisi tersebut posisi pentil ikut miring dan bisa membuat pentil lepas dari ban dalam," ujar Dodi.

Dodi mengatakan, jangan biarkan tekanan udara pada ban berkurang terus menerus. Tambahkan tekanan udara pada ban sesuai ketentuan yang disarankan pabrikan.

Selain itu, jangan lupa untuk memakai tutup pentil pada ban. Sebab, tutup tersebut berfungsi menjaga ban agar tidak mudah bocor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.