Menanti Insentif PPnBM, Honda Tahan Penjualan Brio Satya Produksi 2022

Kompas.com - 12/01/2022, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Honda Prospect Motor (HPM) memutuskan menunda aktivitas penjualan dan pendistribusian model Brio Satya produksi 2022 ke pasar dalam negeri pada awal tahun ini.

Keputusan itu diambil karena belum terbitnya aturan teknis dari pemerintah RI mengenai kejelasan pengenaan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) alias Low Cost Green Car (LCGC).

Sehingga, sementara perseroan hanya memasarkan produk sisa dari tahun sebelumnya saja, dengan Vehicle Identification Number (VIN) 2021 yang belum mengalami penyesuaian harga.

Baca juga: Aturan LCEV Terbit, Konsep LCGC Sebagai Mobil Murah Hilang

Uji Irit Honda Brio Satyadok.HPM Uji Irit Honda Brio Satya

"Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2021 yang bicara mengenai tarif baru pengenaan PPnBM berdasar emisi memang sudah kelar. Tetapi aturan detilnya belum ada," ujar Business Innovation Marketing and Sales Director PT HPM Yusak Billy, Selasa (11/1/2022).

"Sekarang kami masih menjual yang produk lansiran 2021, dengan harga tahun lalu (belum disesuaikan kembali). Unit terbaru (2022) belum kami keluarkan sembari menunggu detil mengenai KBH2 ini," ucap Billy.

Menurut Billy, pada PP 73/2019 hanya mengatur tentang harmonisasi atas tarif PPnBM untuk seluruh kendaraan bermotor yang dijual di Indonesia saja. Tak ada penjelasan rinci terkait ketentuan dan pemain KBH2-nya.

Begitu pula dalam dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021, yang bicara tentang dimasukkannya KBH2 ke dalam golongan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) bersama Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan flexy engine.

Baca juga: Program LCEV Resmi Bergulir, Ini Kategori Kendaraannya

All new Honda Brio Satya di GIIAS 2018STANLY RAVEL All new Honda Brio Satya di GIIAS 2018

Adapun KBLBB sendiri, di dalamnya ada mobil hibrida (mild hybrid dan full hybrid), Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), serta Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

"Benar pada PP 73/2021 KBH2 akan terkena PPnBM sebesar 3 persen, tapi belum tahu siapa saja pemainnya. Kami tentu sudah mengajukan bila Brio Satya masuk KBH2 dan LCEV sesuai amanat Perpres 36/2021," kata dia.

"Tapi belum keluar, sehingga sekarang yang VIN 2022 masih belum kita jual sembari menunggu detil dari kementerian terkait mengenai KBH2 ini," ujar Billy lagi.

Adapun harga dari Brio Satya saat ini (VIN 2021) ialah sebagai berikut:

Brio Satya S Manual: Rp 153.400.000
Brio Satya E Manual: Rp 162.400.000
Brio Satya E CVT: Rp 177.400.000

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.