Jadi Buruan Kolektor, Ini Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Satria 2 Tak

Kompas.com - 26/12/2021, 19:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Restorasi merupakan proses pengembalian kembali sepeda motor lama menjadi seperti saat kelaur dari diler. Untuk bahan restorasi, kebanyakan orang mencari kendaraan yang dulunya menjadi ikon pabrikan atau terkenal di jamannya.

Salah satu motor yang banyak direstorasi yakni Suzuki Satria 120. Motor bebek 2 tak ini disukai karena memiliki performa, teknologi dan sejarahnya yang berkesan di Indonesia.

Baca juga: Motor Listrik Ovaobike CT-X, Tenaganya Saingi Nmax

Motor bebek andalan Suzuki pada masanya ini menggunakan rangka SCAF (Suzuki Computer Analyzed Frame) dan dibekali dengan suspensi monoshock. Motor ini juga kerap menjadi juara di ajang balap roadrace di Indonesia.

Suzuki Satria 120 memiliki sejarah panjang di Indonesia. Untuk keluaran pertamanya, ada Suzuki Sartia 120 S yang diproduksi mulai tahun 1997 sampai dengan1999.

Suzuki Satria 2-takAndi Panser/Blue Tech Suzuki Satria 2-tak

Suzuki Satria 120 S merupakan versi lokal dari Suzuki RG Sport 110, yang sudah dipasarkan di negara Malaysia.

Untuk versi Indonesia, mesinnya lebih besar yaitu 120,7 cc 2-tak berpendingin udara, dengan karburator Mikuni VM 18 SS.

Jika RG Sport 110 punya bore x stroke  54 mm x 48 mm, Satria 120 S memiliki bore x stroke 56 mm x 49 mm. Tenaganya sendiri tembus 13 dk pada 7.500 rpm, lebih unggul dibanding motor bebek sekelasnya.

Baca juga: Pertalite dan Premium Dihapus, Apakah BBM Oktan Tinggi Cocok untuk Semua Kendaraan?

Keunggulan lain dari Suzuki Satria 120 S selain memiliki kapasitas mesin yang lebih tinggi dari kompetitornya yakni sudah menggunakan mesin tegak.

Namun Suzuki Satria 120 S juga memiliki sedikit kekurangan. Dengan tenaga yang cukup besar, Suzuki Satria 120 S masih menggunakan transmisi otomatis 5-percepatan sistem rotary.

Setelah Satria 120 S, Suzuki kembali mengeluarkan model baru yakni Suzuki Satria RU 120 R yang diproduksi tahun 1998-2000.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.