Mobil Bekas Eropa Vs Jepang di Mata Pedagang Mobkas

Kompas.com - 24/12/2021, 10:22 WIB
Ilustrasi jual beli mobil bekas. Dok. iStock/FahroniIlustrasi jual beli mobil bekas.

 

JAKARTA, Kompas.com—Membeli mobil bekas selalu menjadi alternatif banyak orang untuk mendapatkan kendaraan. Dengan bujet yang lebih minim, mobil impian sudah bisa di bawa pulang.

Mulai dari mobil bekas buatan Jepang hingga Eropa dapat menjadi pilihan dengan mengikuti bujet yang disiapkan.

Permintaan mobil bekas diduga akan semakin meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat. Namun, beberapa jenis mobil diprediksi akan kurang menarik minat konsumen.

Joni Gunawan, pebisnis mobkas di WTC Mangga Dua mengatakan, jika mobil bekas buatan Eropa memang lebih sulit dijual.

Mobil buatan Eropa maintenance-nya lebih mahal dibanding mobil Jepang. Oleh karena itu, sulit menjual mobil buatan Eropa,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/12/2021).

Baca juga: Musim Hujan, Jangan Malas Cek Kondisi Ban Mobil

Mobil Eropa terkenal sebagai mobil mewah dan nyaman digunakan oleh semua pengendara. Namun, diperlukan biaya pengeluaran yang tidaklah sedikit untuk merawat mobil Eropa.

Bujet perawatan yang tinggi membuat banyak orang enggan mengambil risiko memilih mobil bekas buatan Eropa.

Misalnya bila ada komponen mobil yang rusak, ketersediaan komponen pengganti cendrung sulit ditemukan di pasaran. Jika ada, harganya sangatlah merogok kocek dalam. Hal-hal tersebut membuat mobil buatan Eropa sulit untuk diperbaiki.

Melengkapi hal tersebut, Andi selaku pemilik showroom jual beli mobil bekas Jordy di MGK Kemayoran mengatakan jika mobil bekas buatan Eropa tahun lama mulai kehilangan peminatnya.

“Mobil-mobil bekas buatan Eropa, misalnya Volkswagen (VW) di bawah tahun 2009 agak kurang peminatnya. Pembeli akan mencari yang tahun 2010 ke atas. Mobil terbitan lama biaya perawatan yang dibutuhkan sangatlah banyak,” kata Andi pada Kompas, Kamis (24/12/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.