Begini Cara Aman Berkendara Saat Kondisi Hujan Abu Vulkanik

Kompas.com - 05/12/2021, 15:01 WIB
Warga menyelamatkan diri saat Gunung Semeru meletus di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021). Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas yang mengakibatkan hujan abu di Kabupaten Lumajang dan Malang. ANTARA FOTO/Hermawan/sen/rwa. SENOWarga menyelamatkan diri saat Gunung Semeru meletus di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021). Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas yang mengakibatkan hujan abu di Kabupaten Lumajang dan Malang. ANTARA FOTO/Hermawan/sen/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Guyuran abu vulkanik dari erupsi Gunung Semeru, melanda sejumlah kawasan di Jawa Timur, terutama pada wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Kondisi ini tentunya berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, terlebih yang menggunakan kendaraan bermotor.

Adanya abu vulkanik jelas membuat jarak pandang menjadi berkurang. Bagi para pengendara, baik sepeda motor maupun mobil agar lebih berhati-hati saat berkendara melintasi guyuran abu dari gunung Semeru ini.

Baca juga: Penting, Mobil Terkena Abu Vulkanik Jangan Langsung Aktifkan Wiper

Pasalnya dengan kondisi tersebut potensi terjadinya kecelakaan juga akan meningkat. Mengingat, kondisi jalan yang licin disetrai jarak pandang yang terbatas.

Ketika melintas di bawah daerah yang diguyur abu vulkanik jelas akan membuat kondisi jalan berubah, terutama dalam hal visibilitas berkendara.

Jarak pandang yang berkurang ini sebaiknya diikuti dengan mengurangi kecepatan saat kendaraan.

Training Direction The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, saat terjadi hujan abu vulkanik maka visibilitas pengemudi akan berkurang, sehingga risiko kecelakaan meningkat sekitar 20 persen.

K160-19 02032021 Dampak APG 3 Kecamatan Terpapar Abu Vulkanik sinabungHENDRI SETIAWAN K160-19 02032021 Dampak APG 3 Kecamatan Terpapar Abu Vulkanik sinabung

“Harus paham dulu bahwa visibilitas pengemudi akan berkurang. Dan risiko kecelakaan meningkat 20 persen apabila visibilitas menurun,” ucap Marcell belum lama ini kepada Kompas.com.

Marcell melanjutkan, kemampuan pengendara lain untuk melihat kendaraan yang ada disekitarnya juga berkurang. Hal ini disebabkan oleh debu yang akan menghambat pijar cahaya dari lampu.

Maka dari itu ia mengingatkan pengemudi untuk selalu bersiap dan berhati-hati, karena bisa saja tiba-tiba akan ada mobil yang muncul di depan atau di belakang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.