Angkot Terobos Palang Perlintasan Kereta, Ini Ancaman Sanksinya

Kompas.com - 05/12/2021, 12:01 WIB
Tangkapan layar video angkot di Medan nekat menerobos palang perlintasan sebidang dan tertabrak kereta api, Sabtu (4/12/2021). Akun Instagram @dashcam_owners_indonesiaTangkapan layar video angkot di Medan nekat menerobos palang perlintasan sebidang dan tertabrak kereta api, Sabtu (4/12/2021).

MEDAN, KOMPAS.com - Insiden kendaraan bermotor nekat menerobos palang perlintasan sebidang dan berakhir ditabrak kereta api kembali terjadi. Kali ini adalah sebuah mobil angkutan umum alias angkot di Medan, Sumatera Utara.

Lebih detail, kecelakaan yang terjadi di Jalan Sekip, Sabtu (4/12/2021) ini menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia dan dua lainnya kritis. Sementara itu, sopir turut mengalami luka dan akan segera diproses hukum.

Kapolsek Medan Baru AKP Teuku Fathir Mustafa mengatakan, kecelakaan bermula ketika angkot 123 dari arah Petisah melaju menuju Jalan Karya, Kecamatan Sei Agul. Mendekati palang perlintasan sebidang, angkot terlihat memaksa menerobos.

Baca juga: Tanggapan Adiputro Soal Selendang Dream Coach Buatan Body Repair

"Jadi dia ini nerobos aja saat yang lain berhenti, dia jalan sendiri. Itu kesalahannya. Hasil olah tempat kejadian perkara, saksi-saksi menyatakan seperti itu," ungkap Fathir, menyitat Kompas.com, Sabtu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

Dari kacamata hukum, kendaraan yang melewati perlintasan sebidang untuk kereta api diatur dalam Pasal 114 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang berbunyi:

Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib:

  1. berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau isyarat lain;
  2. mendahulukan kereta api; dan
  3. memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

Baca juga: Suzuki Jimny Long Punya Dimensi dan Mesin Beda

Bagi pelanggar aturan tersebut, akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 296 undang-undang yang sama. Sanksi tersebut berupa pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Berhenti menunggu palang perlintasan kereta dibuka kembali pun tidak bisa sembarangan. Dalam Peraturan Dirjen Hubdat Nomor SK.047/AJ.401/DRJD/2018, pengguna jalan wajib menjaga jarak aman dengan lintasan kereta.

Meski palang tidak ada atau tidak berfungsi, pengguna jalan dilarang berhenti melewati batas jarak aman yang sudah dipasang. Sebab risiko tersambar kereta yang melaju sangat besar ketika berhenti melebihi batas jarak aman tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.