Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masih Marak, Ini Bahaya Angkut Penumpang di Bak Pikap atau Truk

Kompas.com - 28/11/2021, 11:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil pikap dan truk merupakan kendaraan niaga yang didesain sebagai pengangkut barang. Muatan barang tersebut disimpan dalam bak yang terpasang di bagian belakang kabin.

Namun akibat minimnya fasilitas transportasi di Indonesia, khususnya daerah terpencil, kerap membuat masyarakat memilih pikap atau truk sebagai angkutan massal. Kendaraan yang semestinya menjadi angkutan barang menjadi angkutan penumpang.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, orang yang masih naik bak pikap atau truk bisa jadi tidak memikirkan apa bahaya yang bisa terjadi.

Baca juga: Bambang Soesatyo dan Sean Gelael Kecelakaan Saat Rally di Meikarta

“Mereka berpikir sangat simpel, kenapa harus susah kalau bisa mudah. Jadi ketika berpikir soal keselamatan, banyak sekali pertimbangannya, sehingga terlihat merepotkan,” kata Sony kepada Kompas.com belum lama ini.

Ketika aspek keselamatan sudah tidak menjadi prioritas, hal ini bisa berujung pada berbagai masalah, termasuk risiko kecelakaan yang mengancam nyawa penumpang.

“Pertama, di bak pikap tidak ada safety belt, risikonya bisa terlempar keluar apabila kendaraan kehilangan keseimbangan. Lalu, bak pikap tidak dilengkapi pelindung atap, jadi penumpang rawan terkena terpaan angin,” kata Sony.

Baca juga: Empat Bus Baru Indonesia Power, Pakai Sasis Mercy

Terakhir, tidak ada batas aman duduk secara sempurna pada bak pikap atau truk. Bisa dikatakan, penumpang pada bak bagaikan terombang-ambing. Ada risiko penumpang akan terlempar atau jatuh keluar dari bak saat kendaraan sedang berjalan.

Bukan bermaksud abai terhadap kondisi minimnya transportasi di sejumlah daerah. Namun aspek keselamatan tetap harus jadi perhatian utama agar risiko celaka dapat dihindari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.