Salah Hitung Saat Nyalip, Perempuan Boncengan Jatuh di Tepi Jalan

Kompas.com - 09/11/2021, 18:51 WIB
Truk berjalan mundur karena diderek. Foto: Tangkapan layarTruk berjalan mundur karena diderek.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyalip merupakan salah satu tindakan yang paling sering menyebabkan kecelakaan. Karena itu rambu larangan menyalip cukup banyak di jalan.

Bukti menyalip butuh keterampilan dapat dilihat dari video yang diunggah akun Instagram Agoez Bandz 4, memperlihatkan pengendara perempuan berboncengan jatuh di tepi jalan.

Baca juga: Makin Modern, Bahas Ubahan Lengkap Mitsubishi New Xpander

https://www.instagram.com/p/CV_ptCPjZD_/?utm_source=ig_web_copy_link

 

Dari video terlihat pengendara tersebut kaget melihat ada truk yang berjalan mundur. Saat didekati baru terlihat bahwa truk tersebut sedang ditarik atau diderek oleh truk lain.

Pegendara tersebut kemudian ingin menyalip truk. Karena badan truk panjang, dan jalannya sempit, pemotor yang merasa terjepit tersebut jatuh ke pinggir jalan.

Dari rekaman suara pemotor itu menyalahkan truk tersebut. Tapi oleh netizen banyak yang justru menyalahkan kemampuan berkendara pemotor.

Baca juga: Ingat, Bersihkan Busi Sepeda Motor Jangan Diamplas

Kelalaian saat menyalip akan meningkatkan postensi terjadinya kecelakaan. Foto: Tangkapan layar Kelalaian saat menyalip akan meningkatkan postensi terjadinya kecelakaan.

Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, ada adab dalam menyalip atau mendahului kendaraan lain. Hal ini berlaku untuk semua jenis kendaraan darat baik mobil, sepeda motor dan truk.

"Kalau tidak perlu jangan lakukan. Seandainya tidak dibenarkan tunda, tidak dibenarkan itu artinya di garis solid, di tikungan, tanjakan dan sebagainya," kata Jusri.

"Kalau memang perlu dan dibenarkan atau dibolehkan menyalip, maka biasakan tunda dulu kalau tidak aman. Itu bukan tips, tapi dasarnya. Kalau tips kita bicara hal berbeda," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.