Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/11/2021, 16:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Mulai beraktivitasnya lagi masyarakat seiring dengan penurunan angka kasus Covid-19, dan melonggarnya sejumlah aktivitas yang semula dibatasi, telah meningkatkan kembali volume lalu lintas di Jakarta.

Massdes Aroufy, Kabid Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub DKI Jakarta, mengatakan, beberapa ruas jalan utama di DKI Jakarta saat ini sudah mulai kembali normal seperti sebelum pandemi.

Sehingga bisa dikatakan situasi jalanan di Jakarta sudah mendekati situasi normal seperti sebelum terjadinya pandemi virus corona.

 Baca juga: Ini Efek Buruk akibat Tidak Pakai Sabuk Pengaman

Foto aerial suasana lalu lalang kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II atau PSBB pengetatan di DKI Jakarta, arus lalu lintas kendaraan di sekitar Bundaran HI terpantau lancar.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Foto aerial suasana lalu lalang kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II atau PSBB pengetatan di DKI Jakarta, arus lalu lintas kendaraan di sekitar Bundaran HI terpantau lancar.

"Posisi sekarang ini dari kemarin waktu masih PPKM Level 3, itu di 138.000 lebih. Kemudian di PPKM Level 2 kemarin sudah naik menjadi 146.000, jadi tren terus naik,” ujar Massdes, dalam webinar yang diselenggarakan MTI (4/11/2021).

Massdes juga mengatakan, dalam kondisi normal, beberapa ruas jalan di Jakarta, jumlah kendaraan yang melintas bisa mencapai 170.000 per hari.

“Sangat mungkin menuju ke 170.000 kendaraan per hari. Pada satu pangkal ruas jalan, itu sudah ada tanda-tanda normal. Artinya akan kembali seperti dulu," kata dia.

 Baca juga: Kecelakaan Maut Vanessa Angel, Begini Ciri-ciri Sopir Mengantuk

Sosialisasi ganjil-genap di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Rabu (5/8/2020)Sudin Kominfotik Jakarta Utara Sosialisasi ganjil-genap di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Rabu (5/8/2020)

Untuk mengantisipasi kemacetan yang bakal terjadi, menurutnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama kepolisian siap memberlakukan kebijakan ganjil genap sesuai dengan kondisi normal, yakni di 25 ruas jalan.

“Salah satu indikatornya ya dari kepadatan yang terjadi. Kalau tren kepadatan lalu lintas sudah menuju normal, berati sangat mungkin juga regulasi pengaturan gage dipertimbangkan,” ucap Massdes.

“Walaupun demikian, kami pastinya melakukan rapat khusus kembali dengan Polda Metro dan instansi terkait sebelum kebijakan itu diterapkan sebagai regulasi yang mengikat masyarakat," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.