Rossi Bocorkan 2 Masalah Utama Motor Yamaha M1

Kompas.com - 31/10/2021, 08:41 WIB
Valentino Rossi saat berlaga pada MotoGP Emilia Romagna 2021. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP) ANDREAS SOLAROValentino Rossi saat berlaga pada MotoGP Emilia Romagna 2021. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)
|

MISANO, KOMPAS.com - Jelang pensiun Valentino Rossi mulai buka suara soal kondisi motor Yamaha M1 beberapa tahun terakhir yang menurutnya kesulitan menyamai pabrikan lain.

Ada dua alasan utama yaitu ban dan elektronik. Sebelum memakai Michelin MotoGP memakai ban Bridgestone. Kemudian lainnya yaitu kontrol unit elektornik dari Magneti Marelli.

Baca juga: Estimasi Konsumsi BBM Raize GR Sport TSS di Dalam Kota

Sejak 2016 MotoGP mengadopsi ECU standar untuk semua motor. Yamaha seperti pabrikan lain, sebelumnya menggunakan unit kontrol produksinya sendiri.

 

Valentino Rossi saat berlaga di MotoGP Valencia. (Photo by LLUIS GENE / AFP)LLUIS GENE Valentino Rossi saat berlaga di MotoGP Valencia. (Photo by LLUIS GENE / AFP)

Perubahan itu menyebabkan beberapa masalah yang membuat performa M1 sedikit berkurang, di satu sisi Yamaha tidak langsung beradaptasi dengan hal baru, butuh waktu.

Pebalap Italia itu menegaskan bahwa Yamaha lebih kuat sebelum perubahan ECU.

"Selama kami menggunakan elektronik Yamaha M1 adalah proyek yang sangat Jepang, semua insinyurnya adalah orang Jepang," kata Rossi mengutip Tuttomotoriweb.it, Sabtu (30/10/2021).

"Kami mengalami masalah dalam menggunakan unit kontrol Magneti Marelli secara maksimal. Motor mengambil langkah mundur yang besar ketika kami harus menggunakannya," ungkapnya.

Baca juga: Gabungkan Bukti Lulus Uji Emisi dengan STNK

Knalpot model baru pada Yamaha M1 milik Rossi@skysportmotogp Knalpot model baru pada Yamaha M1 milik Rossi

Rossi menambahkan, salah satu faktornya ialah karena Yamaha tidak mempekerjakan personel Italia dari Magneti Marelli, tidak seperti Ducati dan Honda.

"Semua pabrikan lain memiliki pendekatan yang lebih mirip dengan Formula 1. Ya, mereka terbuka dan memiliki mempekerjakan banyak insinyur Italia. Di Yamaha, orang-orangnya kurang lebih sama," katanya.

Juara dunia sembilan kali itu percaya bahwa elektronik adalah masalah yang dihadapi M1 dalam menghadapi trek dengan kondisi campuran basah dan kering.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.