Komponen Mobil yang Wajib Diperhatikan Agar Lulus Uji Emisi

Kompas.com - 27/10/2021, 14:21 WIB
Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021 DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKISanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021

JAKARTA, KOMPAS.com - Uji emisi gas buang kendaraan akan menjadi salah satu syarat operasional bagi setiap sepeda motor dan mobil dengan usia pakai tiga tahun ke atas untuk wilayah DKI Jakarta.

Bila tidak mengikuti atau tak lulus uji emisi, maka sesuai Pergub Nomor 66 Tahun 2020, kendaraan bakal dikenakan sanksi tarif parkir tertinggi yang akan mulai diberlakukan 13 November 2021 mendatang. Bahkan ada juga penilangan dari kepolisian.

Bagi pemilik mobil yang usianya sudah tiga tahun lebih, tak perlu khawatir. Pasalnya selama mobil dirawat dengan baik, alias rutin melakukan servis berkala kemungkinan tak akan mengalami kendala saat uji emisi.

Baca juga: Begini Cara Mengurangi Emisi Gas Buang di Mobil Tua

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, ada beberapa komponen yang harus diperhatikan pemilik mobil untuk menekan gas buang kendaraan.

Pertama adalah saluran masuk bahan bakar dan filter udara. Komponen ini harus dipastikan dalam kondisi bersih karena berdampak pada angka hidrokarbon (HC).

Sebagai informasi, ambang batas emisi gas buang yang digunakan berpatokan pada dua parameter sesuai regulasi Euro II, yakni karbon monoksida (CO), 1,5 persen dan hidrokarbon (HC) sebesar 200 ppm.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bila kotor, dapat menghambat aliran udara ke ruang mesin di mana angka HC bisa semakin tinggi karena udara kurang saat proses pembakaran,” ucap Suparna saat dihubungi Kompas.com.

Saat membersihkan filter udara, jangan lupa gunakan sarung tangan.
SHUTTERSTOCK Saat membersihkan filter udara, jangan lupa gunakan sarung tangan.

Suparna melanjutkan, pemilik kendaraan juga wajib memastikan bila komponen sistem pembakaran, layaknya busi dan koil, dalam kondisi prima. Keduanya berperan penting dalam membuat proses pembakaran sempurna sehingga tak ada masalah.

Kemudian saat melakukan uji emisi, mesin mobil wajib bekerja dalam suhu optimal. Hal ini bisa diketahui dengan cara memeriksa sistem pendingin dan pelumas.

Oli yang ikut terbakar akan meningkatkan angka CO, bahkan bisa membebani kerja mesin sehingga emisi gas buangnya sulit untuk dikendalikan.

Baca juga: Ini Syarat Uji Emisi Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta

Menurut Suparna, sensor oksigen harus dalam kondisi bersih dan tidak rusak mengingat tugasnya sangat krusial menciptakan pembakaran yang sempurna.

“Termasuk memperhatikan kondisi catalytic converter di knalpot mobil yang bertugas mengubah emisi gas buang beracun menjadi udara bersih,” kata dia.

Selain itu yang tak kalah penting adalah membiarkan mesin dalam kondisi standar, tak di modifikasi dan gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan agar pembakaran di dalam ruang mesin bisa berlangsung lebih sempurna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.