Dilema Pengusaha Truk, Susah Cari Sopir yang Kompeten

Kompas.com - 25/10/2021, 18:41 WIB
Truk pengangkut gabah terguling setelah menyeruduk toko di Jalan Brawijaya, Mangli, Jember, Kamis (18/3/2021). (SURYA.CO.ID/SRI WAHYUNIK)Truk pengangkut gabah terguling setelah menyeruduk toko di Jalan Brawijaya, Mangli, Jember, Kamis (18/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan yang melibatkan truk di jalanan Indonesia memang kerap terjadi. Salah satu yang menjadi penyebab kecelakaan tadi adalah dari kesalahan sopir.

Misalnya saja, kejadian truk yang gagal menanjak dan rem blong, sopir juga sering menjadi penyebabnya. Namun di balik itu, para pengusaha truk juga kesulitan mencari sopir yang berkualitas dan aman di jalan raya.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY Bambang Widjanarko mengatakan, zaman sekarang, mencari orang yang mau menjadi sopir truk sangat sulit dan ada penyebabnya.

Baca juga: Ada Aura Rocky, Begini Gambar Render Calon Xenia Baru

Kecelakaan truk terguling yang menimpa Hyundai Palisade di Tol Cipularang (16/10/2021).Screenshot Instagram @infobandungkota Kecelakaan truk terguling yang menimpa Hyundai Palisade di Tol Cipularang (16/10/2021).

“Pekerjaan sopir truk bukan salah satu impian orang di Indonesia. Berbeda halnya dengan di Amerika atau Eropa, ada orang dari kecil bercita-cita jadi sopir truk. Di sana, sopir truk digambarkan sebagai sosok pahlawan, baik, melayani masyarakat, bersih dan santun,” ucapnya kepada Kompas.com, Senin (25/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi kalau di Indonesia, sopir truk dikonotasikan sebagai orang yang kejebak dalam sebuah pekerjaan karena tidak ada pilihan lain. Bambang mengatakan, rata-rata sopir truk di Indonesia dianggap orang yang tidak berpendidikan.

Baca juga: Pilihan Ban Sama, Miller dan Bagnaia Jatuh di Tikungan yang Sama

Bambang mengatakan, yang menjadi salah satu munculnya anggapan ini adalah kurangnya dukungan pemerintah dalam menyediakan lembaga pendidikan sopir. Oleh karena itu, banyak sopir truk yang berawal dari kernet.

“Karena bukan menjadi pekerjaan impian, makanya yang jadi sopir itu orang-orang yang seadanya saja. Misalnya orang nganggur terus jadi kernet, nanti diajarin sama sopir buat maju-mundur, nanti di jalan disuruh gantiin sopir,” kata Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.