Biar Lebih Efektif, Ganjil Genap Jakarta Berlaku Seharian Saja

Kompas.com - 25/10/2021, 18:21 WIB
Anggota kepolisian memberikan sanksi berupa tilang untuk sejumlah pengendara mobil yang melanggar sistem ganjil genap di Jalan RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (25/10/2021) pagi. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOAnggota kepolisian memberikan sanksi berupa tilang untuk sejumlah pengendara mobil yang melanggar sistem ganjil genap di Jalan RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (25/10/2021) pagi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – DKI Jakarta resmi menambah ruas jalan yang menerapkan ganjil genap, dari sebelumnya 3 lokasi, menjadi 13 lokasi, mulai Senin (25/10/2021).

Skema ganjil genap ini akan diberlakukan selama hari kerja, yakni Senin-Jumat dengan pembagian dua sesi waktu, yakni pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB.

Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Dirlantas Polda Metro Jaya, mengatakan, ada kenaikan volume kendaraan mencapai 37 sampai 40 persen yang masuk ke DKI Jakarta pada saat PPKM level 2.

Baca juga: Dugaan Skandal di Bengkel AHASS, Ini Kata Teknisi Honda

Rambu permanen yang menginformasikan skema lalu lintas ganjil genap di salah satu jalan protokol di Jakarta.Akun Twitter @adriansyahyasin Rambu permanen yang menginformasikan skema lalu lintas ganjil genap di salah satu jalan protokol di Jakarta.

"Itulah sebabnya mungkin masyarakat hari ini lebih macet dari hari sebelumnya karena memang volume traffic sudah naik antara 37 sampai dengan 40 persen dibanding PPKM level 4 dan level 3," ujar Sambodo, dalam keterangan resminya (22/10/2021).

Menanggapi berlakunya perluasan ganjil genap Jakarta, pengamat transportasi Djoko Setijowarno, mengatakan, keputusan tersebut sudah tepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menyoal PPKM level 2 yang masih diterapkan di Jakarta, Djoko menilai, masyarakat tetap bisa menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk antisipasi saat naik kendaraan umum.

Baca juga: Hasil MotoGP Emilia Romagna 2021; Dramatis, Quartararo Juara Dunia!

Salah satu pengendara menandatangani surat tilang karena kendaraannya terjaring operasi ganjil genap di Traffic Light Tomang Raya, Jakarta Barat, Senin (9/9/2019).Kompas.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR Salah satu pengendara menandatangani surat tilang karena kendaraannya terjaring operasi ganjil genap di Traffic Light Tomang Raya, Jakarta Barat, Senin (9/9/2019).

“Masyarakat bisa gunakan transportasi umum yang sehat, pemerintah harus menjamin itu,” kata Djoko, yang juga menjabat Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat. kepada Kompas.com (23/10/2021).

“Kalau takut, ya bisa kerja dari rumah. Vaksinya kan sudah lumayan banyak. Terus saat naik kendaraan umum, masker tetap dipakai, pakai lengan panjang, prokes tetap dijaga,” kata dia.

Djoko juga mengatakan, agar lebih efektif seharusnya kebijakan ganjil genap berlaku seharian, yakni jam 06.00-20.00 WIB.

Baca juga: Ada Aura Rocky, Begini Gambar Render Calon Xenia Baru

Ganjil Genap Jakarta Diperluas Jadi 13 TitikKOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Ganjil Genap Jakarta Diperluas Jadi 13 Titik

Apalagi Polda Metro Jaya sudah pernah menerapkan kebijakan tersebut waktu PPKM Level 3 dan 4, serta ajang Asian Games 2018.

“Kalau di darat, saya berpikirnya ketika kemarin PPKM Level 3 dan 4, ganjil genap sudah cukup masif, jam 6 pagi sampai jam 8 malam,” ucap Djoko.

“Luar biasa itu. Saya pikir kalau mau 13 ruas, bukan berarti jamnya dikurangi, harusnya tetap saja jamnya seperti itu biar efektif. Tapi habis itu hanya pagi dan sore, tanggung kan. Sudah sekalian saja kalau mau serius,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.