PBOIN, Asosiasi Bengkel Otomotif Minta Perhatian Pemerintah

Kompas.com - 19/10/2021, 11:02 WIB
Ilustrasi bengkel mobil di diler Honda Megatama IstimewaIlustrasi bengkel mobil di diler Honda Megatama

JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia (PBOIN) mengajak Menteri Keuangan dan industri perbankan nasional untuk membangun kembali fundamental di sektor usaha bengkel otomotif agar segera bangkit.

Pasalnya, selama pandemi Covid-19 setahun kemarin industri tersebut kerap mengalami perlambatan. Sehingga, tidak sedikit yang terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurut Ketua Umum PBOIN Hermas E Prabowo, industri perbankan nasional acap kali kurang tepat dalam menilai kelayakan permohonan dan persetujuan kredit sektor usaha bengkel otomotif dan skema kredit yang ditawarkan.

Baca juga: Masyarakat Indonesia Hanya Butuh Mobil Listrik Murah

Bengkel uji emisi kendaraanKOMPAS.com/Ruly Bengkel uji emisi kendaraan

"Jadi kita minta agar mereka lebih jeli lagi melihat peluang penyaluran pada penyaluran pinjaman di sektor usaha ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (18/10/2021).

Pasalnya lanjut Hermas, pemberian skema kredit yang tepat akan saling beri manfaat bisnis bagi perbankan dan sektor usaha bengkel otomotif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sektor bengkel otomotif sendiri, terdiri dari berbagai skala ataupun tingkatan usaha, masing-masing kebutuhan kredit dan kemampuannya berbeda.

PBOIN membagi sektor usaha bengkel otomotif di Indonesia dalam dua kelompok besar yaitu, bengkel dealer (authorized workshop) dan bengkel mandiri (independent workshop).

Di luar kelompok besar bengkel itu ada mekanik freelance atau online. Mereka memberikan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan, hanya belum punya lokasi bengkel menetap sekalipun sewa, dengan peralatan yang terbatas.

Baca juga: Perkembangan Mobil Listrik di Indonesia

Stefano Kenrikp, pemilik bengkel motor YTS di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, tengah melayani sejumlah pelanggannya, Senin (6/11/2017).Fachri Fachrudin Stefano Kenrikp, pemilik bengkel motor YTS di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur, tengah melayani sejumlah pelanggannya, Senin (6/11/2017).

Khusus untuk bengkel mandiri terbagi lagi dalam dua kelompok, yaitu bengkel mandiri skala mikro, kecil dan menengah (UMKM); dan bengkel mandiri skala besar dengan jaringan bisnis luas dan modal serta omset yang besar.

Untuk bengkel mandiri kelompok UMKM, terbagi lagi dalam tiga skala usaha, yaitu bengkel skala mikro, kecil dan menengah. Bengkel mandiri UMKM skala mikro umumnya masih perlu penataan manajemen keuangan, belum ada pemisahan keuangan rumah tangga dan bengkel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.