Indonesia Punya Tantangan Besar Jadi Pemain Global Elektrifikasi

Kompas.com - 12/10/2021, 09:22 WIB
Ilustrasi Pabrik Tesla di AS reuters.comIlustrasi Pabrik Tesla di AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia berupaya untuk bisa berkontribusi dalam pengurangan emisi dari sektor transportasi guna menciptakan lingkungan bersih seraya mengatasi pemanasan global yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan masuknya RI jadi salah satu negara yang meratifikasi Perjanjian Paris (Paris Agreement 2015) pada November 2016 lalu.

Beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah ialah menerapkan standar emisi gas buang bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih menjadi Euro 4, penerapan carbon tax, hingga membangun industri kendaraan listrik.

Baca juga: Kenapa Pabrikan Otomotif Jepang Tak Bisa Langsung Beralih ke Elektrifikasi?

Ilustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikattheverge.com Ilustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikat

Khusus elektrifikasi, Indonesia disebut memiliki potensi yang besar untuk menjadi pemain utama. Mengingat, sumber daya yang dimiliki sangat melimpah baik dari hulu sampai hilir.

"Maka sangat wajar bila kita dilirik banyak produsen kendaraan listrik dunia seperti Tesla. Hanya saja, terdapat tantangan yang besar," kata Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Febriany Eddy belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, tantangan yang timbul di tengah isu pengembangan baterai listrik, salah satunya adalah jaminan bahwa rantai nilai (value chain) yang dihasilkan dari sisi hulu hingga hilir harus ramah lingkungan.

Selain itu, olahan yang dihasilkan juga harus rendah emisi karbon di samping tuntutan terhadap aspek environmental, social, and corporate governance (ESG) semakin tinggi.

Sementara aspek ESG Indonesia, lanjut dia masih cukup rendah. Ditambah, emisi karbon per ton nikel di Indonesia juga masih cukup tinggi.

Baca juga: Berkat Kendaraan Listrik, Komoditas Nikel Indonesia Tambah Populer

Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasiSHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETS Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi

“Tugas kita cukup besar, untuk benar-benar memperbaiki citra aspek ESG. Sebab, pelanggan besar seperti Tesla tentu akan datang dan mengecek langsung, harus benar-benar real dan tidak bisa hanya lip service,” ujar Febriany.

Beberapa waktu lalu, Tesla secara mengejutkan berminat untuk menanamkan investasi di dalam negeri dalam sektor kendaraan bermotor listrik. Tapi pada perkembangannya, ternyata menemui jalan buntu.

Tidak ada penjelasan dari pemerintah maupun pihak produsen asal Amerika Serikat (AS) tersebut mengenai putusannya itu. Tapi, disinyalir karena kondisi Indonesia yang belum kondusif baik dari sisi ekosistem, insentif, sampai biaya investasinya.

“Ada dua hal mengapa Tesla akhirnya lebih memilih India. Pertama soal pajak, di Indonesia meskipun ada keringanan pajak kendaraan listrik, namun buat Tesla iklim pajak di India jauh lebih baik dibandingkan Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad.

Menurutnya iklim pajak tidak sekedar soal tarif, melainkan soal kemudahan, serta birokrasi yang lebih cepat dan mudah. Belum lagi soal tenaga kerja, yang disebut masih ketinggalan dibanding India perihal industri kendaraan listrik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.