Pelek dan Ban Dicuri, Bisa Rugi Puluhan Juta Rupiah

Kompas.com - 11/10/2021, 15:21 WIB
Belakangan kembali marak terjadi kasus pencurian pelek. Instagram/jdmprojectsBelakangan kembali marak terjadi kasus pencurian pelek.


JAKARTA, KOMPAS.com - Pencurian pelek dan ban kembali meresahkan. Paling baru menimpa Daihatsu Ayla berkelir kuning yang harus kehilangan keempat ban dan peleknya di area parkir. Bahkan mobil masih sempat diganjal batu oleh pelaku.

Lantas, berapa besaran kerugian yang harus dikeluarkan oleh pemilik kendaraan untuk memperbaiki pelek dan ban tersebut?

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan untuk harga ban dan pelek bervariasi, namun untuk mobil low cost green car (LCGC) seperti Toyota Agya, kisaran harga untuk satu ban Rp 960.000 dan Rp 800.000 untuk satu peleknya.

Baca juga: Terjadi Lagi Pencurian Ban dan Pelek, Empat Ban Hilang Tak Bersisa

Menurut Suparna, harga pelek Toyota Agya memang lebih murah ketimbang harga ban lantaran untuk ban sudah disesuaikan dengan harga eceran tertinggi.

Pelek Agya harganya Rp 800.000 per-pieces ini untuk yang tahun 2012, kalau tipe terbaru harga satu peleknya Rp 1,2 juta. Kemudian untuk ban Rp 960.000-pieces. Kalau empat-empatnya yang hilang ya tinggal dikalikan saja,” ucap Suparna saat dihubungi Kompas.com, Senin (11/10/2021).

Jadi, jika pemilik mobil kehilangan keempat ban dan pelek, harus mengeluarkan dana sebesar Rp 7.040.000 sampai Rp 8.640.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu untuk mobil low MPV Toyota Avanza harga pelek dan bannya sedikit lebih mahal, yakni Rp 1,5 juta untuk satu pelek, dan Rp 1,1 juta untuk satu ban.

Jadi, jika pemilik mobil kehilang keempat ban dan pelek, harus mengeluarkan dana sebesar Rp 10.400.000.

Pasang adaptor untuk mangakali lubang dan ukuran pelek yang tak sama dengan rumah pelek.Donny Apriliananda Pasang adaptor untuk mangakali lubang dan ukuran pelek yang tak sama dengan rumah pelek.

Baca juga: Kuasai Dahulu Teknik Parkir, Baru Mulai Menyetir

Wibowo Santosa, pemilik Permaisuri Ban menambahkan, membeli pelek itu tidak bisa hanya dilakukan satu unit saja, harus satu set. Jadi kalau pelek dan ban yang dicuri hanya satu, otomatis pemilik harus mengganti ketiga lainnya.

Jika harga pelek baru kurang bersahabat, pemilik mobil bisa memilih alternatif lain seperti pelek bekas. Namun, membeli pelek bekas risikonya lebih tinggi.

“Risiko yang dimaksud adalah pelek sudah pernah pecah, tingkan kebundaran tidak bagus, dan lainnya. Itu berbahaya karena berpengaruh pada handling mengemudi. Jadi carilah tempat penjual bekas yang memang benar-benar menjamin kenyamanan dan keamanan, jangan sembarangan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.