Masih Banyak Pengendara Motor Bandel Lewat Jalur TransJakarta

Kompas.com - 29/09/2021, 16:41 WIB
Pengendara sepeda motor menerobos masuk ke jalur transjakarta di kawasan Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2017). Meski sering kali dilakukan razia oleh polisi, sejumlah pengendara sepeda motor masih nekat melakukan pelanggaran dengan menerobos jalur transjakarta. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPengendara sepeda motor menerobos masuk ke jalur transjakarta di kawasan Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2017). Meski sering kali dilakukan razia oleh polisi, sejumlah pengendara sepeda motor masih nekat melakukan pelanggaran dengan menerobos jalur transjakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat khususnya pengendara motor masih banyak yang melanggar aturan lalu lintas. Mulai dari hal kecil seperti berhenti di depan garis lampu merah, lawan arah, hingga lewat jalur transjakarta.

Padahal, sudah jelas ada larangan bahwa jalur tersebut khusus untuk bus transjakarta.

Seperti video yang diunggah oleh akun Insagram Jktinfo. Terlihat banyak pengendara motor yang ditilang oleh petugas polisi lantaran melewati jalur transjakarta.

“Tuh pada kena tilang massal guys, arah Slipi-Tomang. Banyak banget. Selamat beraktivitas guys,” ucap perekam video tersebut.

Baca juga: Mitsubishi Fuso Donasikan 4 Unit Espasio, Bantu Penanganan Covid-19 di Jakarta

Menanggapi hal ini, koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat dalam menghargai aturan lalu lintas masih sangat minim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Semuanya kalah oleh ego individu. Keinginan mencari jalan pintas jusrtu mengabaikan hak sesama pengguna jalan,” ucap Edo kepada Kompas.com belum lama ini.

Bila melihat banyak pelanggaran di jalan, lanjut Edo masih cukup panjang perjalanan pihak terkait untuk mengedukasi pengguna jalan.

“Apalagi melihat kondisi banyak pelanggaran lalu lintas yang begitu mudah dipertontinkan di jalan raya,” kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by JAKARTA INFO (@jktinfo)

Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 287, setiap pengendara melanggar rambu lalu lintas akan dipidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Selain itu, apabila merujuk pada aturan pasal 2 ayat (7) Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007. Dalam pasal itu dengan jelas disebutkan bahwa kendaraan bermotor roda dua atau lebih dilarang untuk memasuki jalur TransJakarta.

Bunyi pasal tersebut sebagai berikut: Kendaraan bermotor roda dua atau lebih dilarang memasuki busway.

Baca juga: Insiden Rush Wheelie, Biaya Perbaikannya Bisa Puluhan Juta Rupiah

Selanjutnya, pasal 61 ayat (3) Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007. Hukuman bagi pelanggar pasal 2 ayat (7) diatur dalam pasal ini.

Sesuai dengan bunyi pasal tersebut, pelanggar dapat dikenakan ancaman pidana kurungan paling lama 180 hari, serta denda paling sedikit Rp 5.000.000 atau paling banyak Rp 50.000.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.