PPKM Diperpanjang, Ganjil Genap di Jakarta Tetap Berlaku

Kompas.com - 21/09/2021, 06:32 WIB
Ilustrasi penerapan ganjil genap. Foto petugas yang berjaga di titik penerapan ganjil genap Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (18/9/2021). ANTARA/Yogi Rachman ANTARA/Yogi RachmanIlustrasi penerapan ganjil genap. Foto petugas yang berjaga di titik penerapan ganjil genap Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (18/9/2021). ANTARA/Yogi Rachman

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan kalau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang.

Kali ini, PPKM Level 2-4 diperpanjang selama 14 hari, mulai 20 September sampai 4 Oktober 2021. Selain itu, untuk wilayah Jawa-Bali, sudah tidak ada yang memberlakukan PPKM Level 4, salah satunya adalah DKI Jakarta.

Ditlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo memastikan kalau sistem ganjil genap di Jakarta akan tetap dilakukan selama PPKM diperpanjang.

Baca juga: Kritik Keras Mir terhadap Marquez yang Suka Buntuti Pebalap Lain

Rambu permanen yang menginformasikan skema lalu lintas ganjil genap di salah satu jalan protokol di Jakarta.Akun Twitter @adriansyahyasin Rambu permanen yang menginformasikan skema lalu lintas ganjil genap di salah satu jalan protokol di Jakarta.

“Pemberlakuan ganjil genap di Jakarta tetap sama, begitu juga lokasinya,” ucapnya kepada Kompas.com, Senin (20/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sambodo mengatakan, untuk pelaksanaan lokasi ganjil genap yakni di Jalan HR Rasuna Said, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Jenderal Sudirman. Rambu ganjil genap akan tetap ada di tiga lokasi tersebut.

“Pelang rambu tetap kami pasang. Jadi yang mencoba-coba untuk melawan, kami akan lakukan penindakan dengan tilang melalui ETLE atau secara manual,” kata dia.

Baca juga: Kawasan Puncak Tetapkan Ganjil Genap Permanen

Dengan adanya rambu dan sosialisasi, Sambodo mengatakan sanksi tilang untuk para pelanggar aturan ganjil-genap sudah dapat dilakukan, sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dalam Pasal 287 ayat 1 itu menyatakan, setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.