Dua Perilaku Meresahkan Pengendara Motor di Jalanan

Kompas.com - 07/09/2021, 09:22 WIB
terobos lampu merah Kompas.com/Fathan Radityasaniterobos lampu merah

JAKARTA, KOMPAS.com – Populasi motor di Indonesia bisa dibilang terlalu mendominasi jalanan. Apalagi di daerah perkotaan yang ramai, motor kerap jadi andalan karena jadi sarana transportasi termurah serta kemampuannya selap-selip di antara mobil.

Namun ada saja pengendara motor yang tidak tertib, sehingga bisa meresahkan pengguna jalan lainnya. Perilaku yang meresahkan ini bisa merugikan orang lain, namun masih saja banyak yang melakukannya.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, pengendara motor yang masih tidak sadar akan keselamatan adalah yang paling meresahkan. Kondisi ini karena bisa membahayakan orang lain.

Baca juga: Cara Melewati Tanjakan Pakai Mobil Transmisi Matik, Jangan Lupa Pindah Gigi

Jalur pedestrian dilintasi pengendara sepeda motor di pedestrian Jalan KH. Noer Ali, Kalimalang mengarah ke lampu merah atau perempatan Bekasi Cyber Park (BCP), Senin (17/7/2017) sore. KOMPAS.COM/Anggita Muslimah Jalur pedestrian dilintasi pengendara sepeda motor di pedestrian Jalan KH. Noer Ali, Kalimalang mengarah ke lampu merah atau perempatan Bekasi Cyber Park (BCP), Senin (17/7/2017) sore.

“Contoh paling sederhana adalah ketika di perempatan, banyak pengendara yang kurang sabar dengan berhenti melewati garis stop. Bahkan tidak sedikit yang menerobos lampu lalu lintas,” ucap Agus kepada Kompas.com, Senin (6/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini lah menjadi penyebab seringnya tabrakan di daerah persimpangan. Mereka yang ingin menerobos kerap maju perlahan sehingga menutupi jalur kendaraan lain, ini yang bisa jadi bahaya bagi pengendara.

Baca juga: Usai Angkut Honda PCX, Kini Yamaha Nmax Gendong Ninja

“Contoh kedua adalah pengendara motor yang naik ke trotoar karena tidak sabar. Ini membuat para pejalan kaki menjadi was-was, padahal masing-masing sudah punya jalannya,” kata Agus.

Mereka yang melakukan aksi yang meresahkan ini sebenarnya tidak sadar kalau bisa membahayakan orang lain. Bahkan untuk keselamatan diri sendiri juga kadang terlupa, padahal bisa saja mereka yang terkena akibatnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.