Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Dua Perilaku Meresahkan Pengendara Motor di Jalanan

JAKARTA, KOMPAS.com – Populasi motor di Indonesia bisa dibilang terlalu mendominasi jalanan. Apalagi di daerah perkotaan yang ramai, motor kerap jadi andalan karena jadi sarana transportasi termurah serta kemampuannya selap-selip di antara mobil.

Namun ada saja pengendara motor yang tidak tertib, sehingga bisa meresahkan pengguna jalan lainnya. Perilaku yang meresahkan ini bisa merugikan orang lain, namun masih saja banyak yang melakukannya.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, pengendara motor yang masih tidak sadar akan keselamatan adalah yang paling meresahkan. Kondisi ini karena bisa membahayakan orang lain.

“Contoh paling sederhana adalah ketika di perempatan, banyak pengendara yang kurang sabar dengan berhenti melewati garis stop. Bahkan tidak sedikit yang menerobos lampu lalu lintas,” ucap Agus kepada Kompas.com, Senin (6/9/2021).

Hal ini lah menjadi penyebab seringnya tabrakan di daerah persimpangan. Mereka yang ingin menerobos kerap maju perlahan sehingga menutupi jalur kendaraan lain, ini yang bisa jadi bahaya bagi pengendara.

“Contoh kedua adalah pengendara motor yang naik ke trotoar karena tidak sabar. Ini membuat para pejalan kaki menjadi was-was, padahal masing-masing sudah punya jalannya,” kata Agus.

Mereka yang melakukan aksi yang meresahkan ini sebenarnya tidak sadar kalau bisa membahayakan orang lain. Bahkan untuk keselamatan diri sendiri juga kadang terlupa, padahal bisa saja mereka yang terkena akibatnya.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/09/07/092200315/dua-perilaku-meresahkan-pengendara-motor-di-jalanan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke