Penjualan Toyota Membaik di Pertengahan 2021

Kompas.com - 01/09/2021, 18:10 WIB
Toyota Raize GR Sport Two Tone Non-TSS KOMPAS.com/STANLY RAVELToyota Raize GR Sport Two Tone Non-TSS

JAKARTA, KOMPAS.comToyota sudah hadir di Indonesia selama 50 tahun. Namun bisa dibilang selama dua tahun ke belakang, merupakan masa-masa sulit karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda secara global.

Pandemi pun memengaruhi penjualan kendaraan baru, termasuk di Indonesia. Namun setelah setahun pandemi Covid-19 di Indonesia, penjualan kendaraan sudah mulai membaik.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor mengatakan, jika dilihat lima tahun ke belakang, dari tahun 2017 sampai 2019, market relatif masih stabil dengan penjualan sekitar 1 juta lebih kendaraan.

Baca juga: Menunggu Kehadiran Bus Baru Lorena Karina Buatan Karoseri Laksana

Toyota All New Innova Venturer 2.4 Diesel AT. Kompas.com menguji untuk pemakaian harian.Kompas.com / Setyo Adi Toyota All New Innova Venturer 2.4 Diesel AT. Kompas.com menguji untuk pemakaian harian.

“Kemudian memang di tahun 2020 terjadi pandemi yang menyebabkan market turun drastis ke angka 500.000-an unit. Akan tetapi, kita melihat optimisme di tahun ini, penjualan sampai bulan Juli sudah di angka 460.000-an unit,” ucap Anton dalam Workshop Wartawan Industri 2021, Rabu (1/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anton berharap, melihat angka penjualan tersebut, akan terus meningkat dan lebih baik dari capaian tahun lalu. Begitu juga dengan Toyota turut terpengaruh dengan angka penjualan tahun ini.

“Objektif kita adalah bagaimana mempertahankan posisi nomor 1 dengan market share di atas 30 persen. Kalau kita lihat pergerakan tahun ini pun Toyota masih nomor 1 dengan market share kira-kira di angka 31 persen,” kata Anton.

Baca juga: Usai Cerai dengan Yamaha, Vinales Pamer Motor Aprilia RS-GP21

Jika dilihat, pertumbuhan pembelian kendaraan mulai terjadi pada bulan Maret 2021 di mana ada bantuan subsidi pemerintah (insentif PPnBM). Sejak Maret sampai Juli, penjualan setiap bulannya rata-rata di angka 22.000 unit.

“PPnBM ini memang sangat membantu. Mobil-mobil Toyota yang mendapatkan insentif itu penjualannya meningkat dengan sangat baik dibandingkan tahun lalu,” ucapnya.

Toyota Agya GR SportTAM Toyota Agya GR Sport

Anton juga melihat tumbuhnya pasar otomotif bukan hanya karena insentif PPnBM. Menurutnya ada juga pengaruh dari membaiknya ekonomi dan pandemi seperti adanya vaksin dan sebagainya.

“Jadi model-model CBU dan LCGC yang tidak dapat insentif pun mendapatkan peningkatan sebesar kira-kira 48 persen dibandingkan tahun lalu. Ini sangat menggembirakan,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.