Pengamat Kondang Kritisi Aksi Marquez yang Berbahaya Usai Cedera

Kompas.com - 13/08/2021, 10:42 WIB
Marc Marquez saat balapan pada MotoGP Styria 2021. (Photo by JOE KLAMAR / AFP) JOE KLAMARMarc Marquez saat balapan pada MotoGP Styria 2021. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)

 

SPIELBERG, KOMPAS.com - Pengamat kondang MotoGP Carlo Pernat, mengatakan, usai cedera aksi pebalap Repsol Honda Marc Marquez menjadi semakin berbahaya di atas lintasan.

Komentar Pernat merujuk pada kejadian Marc yang terlalu agresif kepada Aleix Espargaro di GP Styria pekan lalu. Marc dua kali menggunting Aleix sehingga membuatnya melebar.

Baca juga: Aplikasi yang Memudahkan Lady Biker Merawat Motor

Mantan manager Valentino Rossi itu menyebut tindakan Marc harus dihentikan. Pihak yang punya kuasa dalam hal ini race direction harus lebih tegas dengan manuver-manuver Marc.

Carlo Pernat Carlo Pernat (Photo Mirco Lazzari gp / Getty Images) Carlo Pernat

"Setelah cedera Marquez sedang melalui momen tersulit dalam karirnya dan bahkan lebih berbahaya," kata Pernat mengutip Tuttomotoriweb.it, Kamis (12/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dorna harus turun tangan, jika tidak memberikan penalti maka balapan akan terus berlanjut seperti ini," katanya.

Pernat mengatakan, Marc jadi lebih berbahaya semenjak sembuh dari cedera karena dia terbiasa mendominasi balapan. Marc harus tampil seperti saat sebelum cedera.

"Oleh karena itu, selain kesulitan fisik dia juga harus menghadapi dampak psikologis yang ditimbulkan oleh situasi ini bagi dirinya yang terbiasa mendominasi kategori,” katanya.

Baca juga: Yamaha Coret Vinales dari MotoGP Austria, Kasus Motor Mogok

 

Sepang Clash 2015. AFP PHOTO / MOHD RASFAN (Photo by MOHD RASFAN / AFP)MOHD RASFAN Sepang Clash 2015. AFP PHOTO / MOHD RASFAN (Photo by MOHD RASFAN / AFP)

Lebih dari itu, Pernat menolak anggapan bahwa Marc akan menggantikan peran Rossi sebagai ikon MotoGP di masa depan.

Seperti diketahui, Rossi baru mengumumkan masa depannya untuk pensiun dari MotoGP usai musim 2021. The Doctor "gantung helm" di tim terakhir Petronas Yamaha SRT.

"Mungkin Marc bisa mengambil tongkatnya, tapi dia mengacaukannya dengan omong kosong itu pada 2015," katanya.

“Jika dia meninggalkannya sendirian, Valentino akan mendukungnya terhadap para penggemar. Satu-satunya di mana saya melihat Valentino adalah Marco Simoncelli," katanya.

"Benar, pengemudi ekstrovert, salah satu yang menciptakan lingkungan yang tepat dan tersenyum pada kehidupan," kata Pernat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Crash.net
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.