Rp 300 Jutaan, Ini Harga Mobil Listrik yang Pas untuk Indonesia

Kompas.com - 09/08/2021, 19:21 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) bersama Ketua MPR yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (kanan) meninjau stan Toyota untuk mobil listrik pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMenteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) bersama Ketua MPR yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (kanan) meninjau stan Toyota untuk mobil listrik pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung program percepatan kendaraan listrik di dalam negeri agar bisa terserap secara cepat oleh masyarakat.

Pasalnya, saat ini banderolan mobil listrik belum mampu menjangkau lapisan paling gemuk di pasar domestik karena tak sesuai dengan kemampuan belanja rata-rata warga Indonesia yakni di atas Rp 350 juta sampai Rp 1 miliar.

Oleh karena itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier meminta agar harga mobil listrik harus berada di Rp 300 jutaan.

Baca juga: 84.000 Orang Terancam PHK karena Peralihan Mobil Listrik

Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai IoniqKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq

"Dunia ini sudah bergerak ke carbon emission environment dan tentu Indonesia sudah menyiapkan beragam regulasi agar ikut serta dalam upaya tersebut. Secara umum, kita sudah siap ke era kendaraan listrik bahkan lebih dari itu," katanya dalam webinar yang dihelat oleh IBIMA Indonesia, Senin (9/8/2021).

"Kita masuk ke industri baterai kendaraan listrik pun sudah siap. Tapi memang terdapat aspek yang harus dipikirkan kembali yaitu bagaimana memikirkan ke depan," lanjut Taufiek.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu elemen yang ia soroti adalah kemampuan belanja atau konsumsi rata-rata masyarakat Indonesia terhadap barang tersier seperti mobil. Sebab bila kehadiran kendaraan serupa tak bisa menjangkaunya, akan sia-sia.

"Kendaraan listrik saat ini masih didominasi oleh incone-per kapita negara yang kaya seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang sudah di atas 50.000 dollar AS. Sementara Indonesia masih sekitar 4.000 dollar AS," kata dia.

Sehingga, pemerintah dan instansi terkait harus berkerja sama lakukan kajian supaya mengurangi biaya produksi kendaraan listrik agar harga jual di pasaran bisa lebih terjangkau.

Baca juga: Bahas Rencana Menjadikan Indonesia Pemain Utama Mobil Listrik

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier Dokumentasi Humas Kementerian Perindustrian Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier

Paling tidak, berada di level Rp 300 jutaan atau setara dengan mobil berjenis multi purpose vehicle (MPV) atau sport utility vehicle (SUV) menengah.

"Dikarenakan income per-kapita mereka besar, maka purchasing powernya ke mobil listrik tinggi. Dengan keadaan Indonesia, maka paling tidak secara rata-rata mobil listrik harus Rp 300 jutaan," ucap Taufiek.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.