Rem Diduga Blong, Motor Meluncur Tak Terkendali

Kompas.com - 09/08/2021, 16:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkendara di medan berbukit mesti ekstrahati-hati. Ada dua hal yang mesti diperhatikanm yaitu soal cara berkendara serta kinerja rem.

Seperti yang terjadi dalam video yang diunggah akun Instagram @eppbchannel. Video itu memperlihatkan pengendara motor yang meluncur hilang kendali disinyalir karena kinerja rem bermasalah.

Baca juga: Pilihan Mobil Bekas Rp 50 Jutaan di Malang, Jawa Timur

Dalam video dijelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi di Jalur Cangar, Pacet. Jalur tersebut dikatakan sering terjadi kendaraan hilang kendali karena rem blong.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by EPPBchannel (@eppbchannel)

Andry Berlianto, instruktur keselamatan berkendara Rifat Drive Labs (RDL), mengatakan, menghadapi jalan turunan memang perlu memperhatikan beberapa hal.

Akan tetapi, yang terpenting adalah kondisi sepeda motor harus prima, baik rem depan maupun belakang.

"Sikap yang tepat saat menghadapi jalan menurun, yaitu pengendara selalu melihat situasi jauh ke depan. Tentunya hal ini agar sang pengendara tahu kapan harus mempersiapkan diri untuk mulai melakukan pengereman," ujar Andry kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Selain mengandalkan sistem pengereman depan dan belakang, pengendara juga bisa mengurangi beban pada rem dengan menggunakan engine brake.

Baca juga: Dijual Mulai Rp 221,4 Juta, Apa yang Berubah dari Veloz GR Limited?

Mengerem sepeda motor ada teorinya.mpm-motor.co.id Mengerem sepeda motor ada teorinya.

Sementara untuk skutik caranya bisa dengan menahan rem belakang secara perlahan.

“Untuk menghindari rem terkunci karena panas, dapat melakukan buka tutup rem. Jadi rem ditekan beberapa saat lalu lepas, bergantian depan dan belakang,” kata Andry.

Selain itu, posisi berkendara juga memegang peranan penting dala mengurangi laju motor.

Pengendara harus dalam posisi ideal dengan tangan terus berada di setang kemudi dengan posisi siku terbuka untuk bermanuver dengan mudah.

“Terpenting saat turunan tidak menambah gas, masuk turunan harus dalam kecepatan rendah,” ujar Andry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.