Efek Insentif PPnBM, Laba Bersih Bisnis Otomotif Astra Naik Signifikan

Kompas.com - 30/07/2021, 15:59 WIB
Menara Astra dok AstraMenara Astra
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra International Tbk melaporkan bahwa kinerja usaha di bisnis otomotif selama semester pertama tahun ini mengalami perbaikan yang signifikan dari tahun lalu, usai terdampak pandemi Covid-19.

Melalui pernyataan tertulis, Jumat (30/7/2021), tercatat laba bersih bisnis di sektor tersebut naik 362 persen menjadi Rp 3,3 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 716 miliar.

Salah satu peningkatan ini diperkirakan karena adanya pertumbuhan pada penjualan kendaraan bermotor setelah berlaku insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga 0 persen mulai Maret 2021.

Baca juga: Alasan Merek Jepang Terkesan Kurang Bergairah Sambut Era Mobil Listrik

 Ilustrasi penjualan mobil. (Dok. Shutterstock) Ilustrasi penjualan mobil.

"Rinciannya, penjualan mobil Astra naik 50 persen menjadi 210.000 unit dan pangsa pasar 53 persen. Untuk sepeda motor Honda naik 29 persen menjadi 1,9 juta unit," kata Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro.

Diketahui, di dalam negeri Astra mengelola lima merek kendaraan roda empat, yakni Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Truck, dan Peugeot, serta satu merek motor yaitu Honda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama Januari-Juli 2021, sudah ada 8 model baru dan 6 model revamped mobil yang dikeluarkan Astra. Di periode yang sama, Honda juga hadirkan empat model baru dan tujuh model revamped.

Pencapaian serupa terjadi pada bisnis komponen Astra yang diwakili oleh PT Astra Otoparts Tbk yang bergerak positif hingga mendapat laba bersih Rp 267 miliar. Diketahui, tahun lalu sektor ini rugi Rp 296 miliar.

Baca juga: Penjualan Mobil Bekas Selama PPKM Anjlok hingga 70 Persen

Astra Otoparts Shop&BikeYudha Astra Otoparts Shop&Bike

Laba ini disebabkan peningkatakan pendapatan dari segmen pabrikan (OEM) dan pasar suku cadang pengganti (replacement market).

Secara grup, Astra mencatat pendapatan bersih Rp 107,3 triliun di semester I, naik 20 persen dari periode sama tahun lalu. Walau laba bersihnya turun 22 persen menjadi Rp 8,8 triliun

"Meskipun kondisi bisnis telah membaik, kinerja Grup masih akan menantang hingga akhir tahun ini, mengingat kinerja bisnis dan kepercayaan konsumen masih akan terdampak oleh situasi pandemi di Indonesia yang sangat memprihatinkan akhir-akhir ini," ujar Djony.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.