Kebiasaan Pemotor di Jalan, Pakai Helm karena Takut Ada Polisi

Kompas.com - 28/07/2021, 17:01 WIB
Anggota polisi memakai helm berbentuk virus corona melakukan imbauan dan penyemprotan cairan disinfektan pada kendaraan di jalanan di daerah Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (3/4/2020). Cara unik ini dilakukan oleh sejumlah anggota dari Polres Mojokerto dalam upaya menekan penyebaran virus corona atau penyakit Covid-19 yang tengah merebak di Tanah Air. AFP/JUNI KRISWANTOAnggota polisi memakai helm berbentuk virus corona melakukan imbauan dan penyemprotan cairan disinfektan pada kendaraan di jalanan di daerah Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (3/4/2020). Cara unik ini dilakukan oleh sejumlah anggota dari Polres Mojokerto dalam upaya menekan penyebaran virus corona atau penyakit Covid-19 yang tengah merebak di Tanah Air.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Helm merupakan peranti perlindungan diri yang wajib dipakai pengendara sepeda motor. Tanpa helm, pengendara motor akan ditilang oleh polisi.

Tapi, memakai helm masih sekadar mengikuti peraturan, belum menjadi kesadaran. Seperti yang terlihat dalam video yang diunggah akun Instagram, Dashcam Owners Indonesia.

Baca juga: Mengenal Kode Aki pada Sepeda Motor

Dalam video tersebut terlihat pengendara motor baru memakai helm ketika jalan padat. Hal seperti ini cukup sering terjadi, di mana pemotor baru pakai helm karena takut petugas.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, mengatakan, kurangnya pendidikan tentang keselamatan berkendara bagi para pengendara motor menjadi salah satu alasan mengapa helm kerap disepelekan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Selain itu, pemahaman akan risiko yang fatal jika mengendarai motor tanpa helm juga masih kurang. Padahal, banyak potensi bahaya di jalan raya yang sewaktu-waktu bisa terjadi pada pengendara,” ucap Agus kepada Kompas.com belum lama ini.

Padahal, penggunaan helm wajib hukumnya dan tidak bisa ditawar lagi. Sehingga, kesadaran tersebut harus muncul dari dalam diri bukan karena keterpaksaan.

Baca juga: Siap-siap Sambut Nissan Leaf Masuk Indonesia

Polres Sumedang membagikan helm gratis kepada mahasiswa di depan kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (10/10/2019) siang. AAM AMINULLAH/KOMPAS.comKOMPAS.COM/AAM AMINULLAH Polres Sumedang membagikan helm gratis kepada mahasiswa di depan kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (10/10/2019) siang. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

Agus menyarankan, penyuluhan soal pentingnya helm harus dimulai sejak dini mulai dari bangku sekolah. Sehingga, masyarakat paham pentingnya helm sejak usia belia.

Selain melindungi batok kepala jika terjadi benturan, helm dengan visor juga melindungi muka pengendara motor dari hembusan angin dan material lain.

“Visor dapat melindungi bagian muka dari berbagai macam potensi bahaya yang ada. Misalnya seperti batu kerikil yang tiba-tiba mental, debu di jalan, dan binatang kecil yang tidak terlihat,” ucap Agus.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.