Jangan Sembarangan, Ini Dampak Melepas Resonator pada Mobil

Kompas.com - 27/07/2021, 11:22 WIB
Ilustrasi asap putih keluar dari knalpot mobil Foto: Paulan.orgIlustrasi asap putih keluar dari knalpot mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam upaya menjadikan mobil kesayangan memiliki nuansa sporty yang kental, tidak jarang pemilik melepaskan komponen resonator dari sistem knalpot.

Hal tersebut dilakukan supaya peredaman suara dari mesin jadi minim sehingga suara yang dihasilkan lebih berisik dan bising. Pada kondisi tertentu, bakal ada seperti letupan di knalpot terkait.

"Namun melepas komponen resonator atau peredam di knalpot punya konsekuensi tersendiri. Mengingat, fungsi lain di bagian itu ialah untuk menciptakan back pressure di dalam aliran gas buang," kata Aftersales Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara dalam keterangannya.

Baca juga: Mengapa Tarif Angkutan Umum Ilegal Terkesan Murah?

Ganti knalpot mobil butuh perhatian di banyak bagian.Otomania-Donny Apriliananda Ganti knalpot mobil butuh perhatian di banyak bagian.

Pertama, menciptakan polusi suara dan mengganggu pengguna jalan sekitar. Apalagi saat mobil melewati terowongan, suara yang dihasilkan akan semakin keras.

Efek lain dari hilangnya resonator dari sistem knalpot ialah berubahnya konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Sebab, banyak orang yang lebih suka untuk berakselerasi dengan menekan pedal gas lebih dalam saat berada di posisi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk sisi teknisnya, terdapat ketidaksesuaian antara input dan output yang dihasilkan mesin. Khususnya ketika mesin berada di RPM bawah. Kondisi mesin jadi lebih ngempos sehingga pengemudi akan menginjak pedal gas lebih dalam," ujar Imansyah.

Baca juga: Cara Awal Adaptasi Naik Motor Gede

Sejumlah knalpot siap dipasarkandi salah satu rumah produksi di Jalan Kiswadi Desa Pesayangan Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (10/3/2017). Desa ini disebut desa knalpot karena sejumlah warganya memproduksi knalpot mobil dan motor.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Sejumlah knalpot siap dipasarkandi salah satu rumah produksi di Jalan Kiswadi Desa Pesayangan Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (10/3/2017). Desa ini disebut desa knalpot karena sejumlah warganya memproduksi knalpot mobil dan motor.

Konsekuensi terakhir ialah berubahnya performa mesin mobil, sejalan hilangnya fungsi menciptakan back pressure pada gas buang.

Performa mesin bisa menurun, terkhusus ketika mesin berada di putaran bawah sampai menengah. Lebih jauh, hal ini akan meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.

"Dari hal ini saja, terlihat bahwa memang tak ada yang menguntungkan dengan melepaskan resonator dari sistem knalpot mobil," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.