Di Rumah Saja, Begini Cara Mudah Ganti Aki Mobil Sendiri

Kompas.com - 22/07/2021, 16:12 WIB
Ilustrasi perawatan aki pada mobil personal.neacelukens.comIlustrasi perawatan aki pada mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Imbas dari lonjakan virus Covid-19, membuat pemerintah menemperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kini berganti nama menjadi PPKM level 4 hingga 25 Juli 2021.

Masyarakat pun di imbau untuk tidak keluar rumah selama kurang lebih dua pekan. Kondisi ini otomatis akan membuat mobil kesayangan jarang digunakan dan hanya menganggur di parkiran.

Meski demikian, tetap perlu melakukan perawatan. Salah satu komponen yang cukup vital adalah aki mobil, khususnya bagi yang masih menggunakan aki basah.

Baterai atau aki pada kendaraan memiliki batas usia dalam pemakaiannya. Setiap akumulator ini berbeda-beda tergantung pada pemakaian serta perawatan yang dilakukan oleh pemilik kendaraan.

Namun, sebelum komponen penyimpanan energi listrik itu tidak bisa digunakan, biasanya akan muncul gejala-gejala, seperti aki mudah drop atau tidak kuat lagi saat digunakan untuk menyalakan mesin.

Jika sudah seperti ini, sebaiknya pemilik mobil segera melakukan penggantian dengan aki yang baru. Mengingat, fungsinya yang vital yakni untuk menyalakan mesin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk melakukan penggantian aki, pemilik mobil tidak perlu datang ke bengkel, sebab hal ini bisa dilakukan sendiri di rumah.

Hanya saja, saat akan melakukan penggantian ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Sehingga, baterai yang digunakan bisa bekerja optimal sesuai dengan spesifikasi mobilnya.

Berikut hal yang harus diperhatikan saat melakukan penggantian aki sendiri di rumah.

Baca juga: Harga Daihatsu Rocky di Jawa Tengah Turun sampai Rp 9 Jutaan

-Arus listrik (ampere)

Pada dasarnya, setiap aki memiliki kekuatan arus listrik yang berbeda. Misalnya, untuk mobil diesel dan bensin tentu menggunakan tipe aku dengan ampere yang berbeda.

Biasanya untuk mobil diesel menggunakan aki dengan ampere lebih besar. Hal ini lantaran mobil berbahan bakar solar membutuhkan tenaga yang lebih besar saat akan menyalakan mesin.

Maka dari itu, ketika akan melakukan penggantian sebaiknya memperhatikan ampere baterai sehingga bisa berfungsi optimal.

“Lebih baik menggunakan aki yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, tidak besar dan tidak juga kecil,” ucap Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, belum lama ini kepada Kompas.com.

Beberapa jenis aki mobil.Kompas.com/Alsadad Rudi Beberapa jenis aki mobil.

-Perhatikan posisi kutub baterai

Tidak semua mobil menggunakan tipe aki yang sama, salah satunya adalah posisi kutub positif (+) dan negatif (-) nya.

Ada yang menggunakan baterai dengan pole negatifnya berada di sebelah kiri, ada pula yang justru sebaliknya.

“Kode posisi pole ini bisa dilihat dari kode baterai yakni tipe L (left) yakni kutub negatifnya berada di sebelah kiri dan tipe ZL kutub negatifnya berada di sebelah kanan,” kata Suparna.

Jika sampai terbalik, maka akan sulit memasangnya karena kabel yang akan dipasang pada pole tidak akan sama atau kurang panjang.

-Perhatikan voltase aki

Selain itu, yang tidak kalah penting untuk diperhatikan saat melakukan penggatian baterai sendiri adalah tegangan listriknya atau voltasenya.

Hal ini karena voltase pada baterai juga tidak sama ada yang 12 volt, 6 volt atau bahkan 24 volt.

“Maka dari itu, jika akan melakukan penggantian aki voltasenya juga harus sama, misalkan 12 volt juga harus diganti dengan yang 12 volt,” ucap Suparna.

Deretan jenis aki yang dijual di salah satu bengkel Shop And Drive di Depok, Jumat (9/3/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Deretan jenis aki yang dijual di salah satu bengkel Shop And Drive di Depok, Jumat (9/3/2018).

Baca juga: PPKM Level 4, Dispensasi Perpanjangan SIM di Sukoharjo Diperpanjang

-Ukuran pole aki

Sebagai informasi, pole adalah timah menonjol yang ada pada baterai. Tempat menambatkan kabel positif dan negatif ini juga mempunyai ukuran yang berbeda.

Jika ukuran pole tidak sesuai seperti lebih besar atau lebih kecil dari standar, maka akan membuat pemasangan kabel menjadi susah.

“Pole ini ukurannya berbeda, ada yang besar dan kecil. Maka pastikan ukuran pole aki yang digunakan juga sudah sesuai,” ujar Suparna.

-Dimensi aki

Dimensi atau ukuran aki juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

“Saat akan melakukan penggantian aki, harus menyesuaikan dengan tempat yang tersedia pada mobil. Jangan sampai akumulator yang dipasang memiliki ukueran yang lebih besar, sehingga akan menyulitkan saat pemasangan,” kata Suparna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.